Advertisement
DKPP Bantul Gandeng Sekolah Siapkan Regenerasi Petani Mulai 2026
Pertanian / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Upaya regenerasi petani di Kabupaten Bantul mulai diarahkan sejak bangku sekolah. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul menggandeng satuan pendidikan untuk menanamkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian mulai 2026 sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan usaha tani daerah.
Program ini dirancang untuk memperkenalkan aktivitas pertanian sejak usia dini melalui kerja sama langsung dengan sekolah-sekolah. Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menyebut pendekatan edukatif menjadi kunci agar anak-anak memiliki pemahaman dasar tentang dunia pertanian.
Advertisement
“Untuk regenerasi pertanian, kami telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan sekolah. Pada 2026 ini, sektor pertanian akan dikenalkan kepada anak-anak usia dini,” kata Joko, Minggu (25/1/2026).
Salah satu bentuk kolaborasi telah dilakukan dengan sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah Kapanewon Pandak. Sekolah tersebut nantinya dilibatkan dalam kegiatan praktik budi daya tanaman pertanian yang dilaksanakan di sekolah dasar.
BACA JUGA
Melalui praktik langsung tersebut, siswa diharapkan dapat mengenal proses bercocok tanam sekaligus memahami peran penting sektor pertanian dalam pembangunan daerah.
“Di tahun 2026 nanti, di sekolah-sekolah akan ada praktik cara bercocok tanam, seperti menanam cabai, tomat, dan terong, agar anak-anak bisa mengenal sektor pertanian sejak dini,” ujarnya.
Joko menambahkan, program pengenalan pertanian ini juga menjadi bagian dari persiapan regenerasi sumber daya manusia (SDM) sektor pertanian di Bantul. Saat ini, mayoritas pelaku usaha tani masih didominasi kelompok usia lanjut.
Meski begitu, ia mengungkapkan petani muda atau petani milenial sebenarnya sudah tersebar di seluruh kecamatan di Bantul, bahkan hingga tingkat kalurahan. Namun, jumlah pastinya belum dapat dirinci.
“Kalau untuk generasi muda, di masing-masing kecamatan sudah ada petani milenial sampai tingkat kelurahan. Namun untuk jumlah pastinya saya tidak hafal, tetapi tersebar di seluruh kecamatan Bantul,” katanya.
Menurut Joko, para petani milenial tersebut beraktivitas di sekretariat Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di masing-masing kecamatan. Mereka juga mendapatkan pendampingan langsung dari penyuluh pertanian serta petani senior.
“Di setiap kecamatan sudah ada asosiasi petani milenial. Harapan kami, generasi muda ini ke depan bisa membantu mengoperasikan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan pemerintah untuk kelompok tani atau Gapoktan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Dua Perahu Kandas Beruntun di Pantai Depok Bantul Empat Selamat
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
Advertisement
Advertisement







