Advertisement

DKPP Bantul Gandeng Sekolah Siapkan Regenerasi Petani Mulai 2026

Kiki Luqman
Minggu, 25 Januari 2026 - 13:07 WIB
Abdul Hamied Razak
DKPP Bantul Gandeng Sekolah Siapkan Regenerasi Petani Mulai 2026 Pertanian / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Upaya regenerasi petani di Kabupaten Bantul mulai diarahkan sejak bangku sekolah. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul menggandeng satuan pendidikan untuk menanamkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian mulai 2026 sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan usaha tani daerah.

Program ini dirancang untuk memperkenalkan aktivitas pertanian sejak usia dini melalui kerja sama langsung dengan sekolah-sekolah. Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, menyebut pendekatan edukatif menjadi kunci agar anak-anak memiliki pemahaman dasar tentang dunia pertanian.

Advertisement

“Untuk regenerasi pertanian, kami telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan sekolah. Pada 2026 ini, sektor pertanian akan dikenalkan kepada anak-anak usia dini,” kata Joko, Minggu (25/1/2026).

Salah satu bentuk kolaborasi telah dilakukan dengan sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah Kapanewon Pandak. Sekolah tersebut nantinya dilibatkan dalam kegiatan praktik budi daya tanaman pertanian yang dilaksanakan di sekolah dasar.

Melalui praktik langsung tersebut, siswa diharapkan dapat mengenal proses bercocok tanam sekaligus memahami peran penting sektor pertanian dalam pembangunan daerah.

“Di tahun 2026 nanti, di sekolah-sekolah akan ada praktik cara bercocok tanam, seperti menanam cabai, tomat, dan terong, agar anak-anak bisa mengenal sektor pertanian sejak dini,” ujarnya.

Joko menambahkan, program pengenalan pertanian ini juga menjadi bagian dari persiapan regenerasi sumber daya manusia (SDM) sektor pertanian di Bantul. Saat ini, mayoritas pelaku usaha tani masih didominasi kelompok usia lanjut.

Meski begitu, ia mengungkapkan petani muda atau petani milenial sebenarnya sudah tersebar di seluruh kecamatan di Bantul, bahkan hingga tingkat kalurahan. Namun, jumlah pastinya belum dapat dirinci.

“Kalau untuk generasi muda, di masing-masing kecamatan sudah ada petani milenial sampai tingkat kelurahan. Namun untuk jumlah pastinya saya tidak hafal, tetapi tersebar di seluruh kecamatan Bantul,” katanya.

Menurut Joko, para petani milenial tersebut beraktivitas di sekretariat Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di masing-masing kecamatan. Mereka juga mendapatkan pendampingan langsung dari penyuluh pertanian serta petani senior.

“Di setiap kecamatan sudah ada asosiasi petani milenial. Harapan kami, generasi muda ini ke depan bisa membantu mengoperasikan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan pemerintah untuk kelompok tani atau Gapoktan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

WHO Sesalkan Penarikan AS: Dunia Jadi Lebih Rentan

WHO Sesalkan Penarikan AS: Dunia Jadi Lebih Rentan

News
| Minggu, 25 Januari 2026, 14:17 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement