Advertisement
Sampah Lebaran Sleman: Volume TPST Turun, Waspada Lonjakan 15 Persen
Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Sleman berbanding lurus dengan potensi timbulan sampah di berbagai titik strategis.
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman memproyeksikan adanya fluktuasi volume sampah yang masuk ke setiap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di wilayah Bumi Sembada.
Advertisement
Kepala UPTD Persampahan DLH Sleman, Singgih Budiyana, memperkirakan tonase sampah harian akan mengalami kenaikan secara bertahap sejak awal libur hingga penghujung pekan terakhir Maret 2026.
Meski demikian, data terkini hingga Selasa (24/3/2026) menunjukkan angka masuk di beberapa TPST justru terpantau lebih rendah dibandingkan rata-rata harian normal sebelum masa Lebaran tiba.
BACA JUGA
Berdasarkan rincian data operasional, TPST Donokerto mencatat volume sampah sebesar 14,7 ton, angka ini menyusut dari rata-rata sebelumnya yang mencapai 18 ton per hari. Kondisi serupa terjadi di TPST Sendangsari dengan pemasukan 17,7 ton dari normalnya 19 ton, serta TPST Tamanmartani yang mencatat 16,5 ton sampah, turun signifikan dari rata-rata harian 22 ton.
Singgih menegaskan bahwa data yang tersaji saat ini masih bersifat sementara dan belum menggambarkan puncak timbulan sampah yang sebenarnya.
“Kalau dilihat sementara ini ya tampak turun. Tapi kemungkinan penyedia jasa pengelola sampah swasta belum melakukan semua pelayanan pengambilan sampah ke pelanggan,” kata Singgih saat dihubungi pada Rabu (25/3/2026).
Di sisi lain, operasional teknis di lapangan diklaim tetap berjalan kondusif tanpa kendala berarti bagi petugas kebersihan. Wakil Koordinator TPST Donokerto, Johan Nur Rosyid, mengungkapkan bahwa proses pengangkutan sampah tetap lancar kendati aktivitas sempat dihentikan sementara pada periode Jumat (20/3) hingga Minggu (22/3).
“Sebagian pelanggan juga masih ada yang libur. Pelanggan-pelanggan ini biasanya membuang sampah ke depo sampah sebelum diangkut petugas,” ungkap Johan menjelaskan pola pembuangan sampah rumah tangga selama masa libur panjang. Hal ini mengindikasikan bahwa tumpukan sampah kemungkinan besar masih tertahan di titik-titik kumpul sebelum dievakuasi ke TPST.
Plt. Kepala DLH Sleman, Sugeng Riyanta, memprediksi kenaikan riil volume sampah pada momentum Lebaran 2026 ini berada di kisaran 10 persen hingga 15 persen.
Menurutnya, jenis sampah yang mendominasi aliran limbah menuju tempat pengolahan tetap didominasi oleh sisa-sisa bahan organik dari aktivitas konsumsi masyarakat. “Dominasi jenis sampah tetap masih sampah organik,” ujar Sugeng singkat.
Guna mengantisipasi ledakan volume sampah pasca-Lebaran seiring kembalinya aktivitas normal, DLH Sleman telah menyiagakan armada pengangkut serta mengoptimalkan seluruh sumber daya pengolahan di TPST agar masalah sampah tidak mengganggu kenyamanan publik di Bumi Sembada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Dua Perahu Kandas Beruntun di Pantai Depok Bantul Empat Selamat
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
Advertisement
Advertisement







