SK Darurat Kekeringan Sleman Rampung, Bantuan Air Bersih Disalurkan
BPBD Sleman merampungkan SK Darurat Kekeringan dan menyiapkan distribusi 50 tangki air bersih untuk mengantisipasi krisis air pada musim kemarau.
Jemaah haji - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN— Kondisi cuaca ekstrem di Mekkah, Arab Saudi, menjadi perhatian serius menjelang keberangkatan jemaah haji Indonesia, khususnya kloter terakhir yang dikenal sebagai “Sapu Jagad”. Gelombang panas dengan suhu tinggi serta kualitas udara yang memburuk berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan selama ibadah berlangsung.
Berdasarkan prakiraan cuaca per Rabu (6/5/2026), suhu siang hari di Mekkah mencapai sekitar 40 derajat celsius dan diprediksi meningkat hingga 43 derajat celsius dalam beberapa hari ke depan. Suhu malam pun tetap tinggi, berada di kisaran 25 hingga 29 derajat celsius, sehingga tubuh jemaah tidak mendapatkan jeda pendinginan yang optimal.
Selain suhu ekstrem, kualitas udara juga menjadi sorotan. Indeks kualitas udara (AQI) dilaporkan mencapai angka 358, yang masuk kategori berbahaya atau hazardous. Kondisi ini berisiko memicu gangguan pernapasan dan memperburuk penyakit penyerta, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Siti Bahronah, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut menjadi salah satu faktor penting yang harus diantisipasi oleh calon jemaah sebelum keberangkatan.
“Jamaah sudah bisa menyesuaikan dan sudah melaksanakan ibadah di sana,” kata Siti, Rabu (6/5/2026).
Meski kondisi tergolong ekstrem, laporan dari Tanah Suci menunjukkan jemaah yang telah tiba mulai beradaptasi. Aktivitas ibadah tetap berjalan, namun dengan penyesuaian waktu dan intensitas, terutama untuk menghindari paparan panas berlebih pada siang hari.
Sementara itu, persiapan keberangkatan kloter “Sapu Jagad” yang dijadwalkan pada 20 Mei 2026 dilaporkan telah rampung. Seluruh tahapan, mulai dari dokumen perjalanan, perlengkapan, hingga manasik haji, sudah diselesaikan. Saat ini jemaah tinggal menunggu jadwal keberangkatan.
Namun demikian, faktor kesehatan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Sejumlah calon jemaah di berbagai daerah dilaporkan batal berangkat setelah tidak lolos pemeriksaan kesehatan tahap akhir. Hal ini menunjukkan pentingnya kesiapan fisik dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi.
Penyelenggara dan otoritas kesehatan mengimbau jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan. Penggunaan pelindung seperti payung atau topi, konsumsi air putih yang cukup, serta pembatasan aktivitas di luar ruangan pada siang hari menjadi langkah penting untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan akibat panas.
Dengan suhu tinggi dan kualitas udara yang buruk, jemaah diharapkan menjaga kondisi tubuh tetap prima. Kesiapan fisik dan kedisiplinan dalam mengikuti anjuran kesehatan menjadi kunci agar ibadah haji dapat berjalan lancar hingga selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman merampungkan SK Darurat Kekeringan dan menyiapkan distribusi 50 tangki air bersih untuk mengantisipasi krisis air pada musim kemarau.
Vietnam larang anak di bawah 16 tahun posting di medsos, wajib daftar pakai data orang tua. Game online dibatasi 60 menit/hari. Simak aturan lengkapnya.
DKUKMPP Bantul menyiapkan operasi pasar setelah harga ayam dan cabai mulai naik. Pemkab memastikan stok pangan tetap aman meski Program MBG kembali berjalan.
Ruam, lepuh, dan benjolan pada kulit bisa menjadi tanda infeksi virus. Kenali 9 penyakit kulit akibat virus yang mudah menular dan cara pencegahannya.
CEO Aprilia sebut Marc Marquez favorit juara MotoGP 2026. Marquez kini di peringkat 3 dengan 190 poin, terus mengejar Jorge Martin dan Ai Ogura.
Shin Tae-yong dilaporkan mendapat sanksi larangan beraktivitas di sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun. Hukuman ini terkait investigasi saat melatih Ulsan H