Visi Bupati Sleman 2025-2029 Diterjemahkan ke Program OPD
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Jemaah haji - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN— Kondisi cuaca ekstrem di Mekkah, Arab Saudi, menjadi perhatian serius menjelang keberangkatan jemaah haji Indonesia, khususnya kloter terakhir yang dikenal sebagai “Sapu Jagad”. Gelombang panas dengan suhu tinggi serta kualitas udara yang memburuk berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan selama ibadah berlangsung.
Berdasarkan prakiraan cuaca per Rabu (6/5/2026), suhu siang hari di Mekkah mencapai sekitar 40 derajat celsius dan diprediksi meningkat hingga 43 derajat celsius dalam beberapa hari ke depan. Suhu malam pun tetap tinggi, berada di kisaran 25 hingga 29 derajat celsius, sehingga tubuh jemaah tidak mendapatkan jeda pendinginan yang optimal.
Selain suhu ekstrem, kualitas udara juga menjadi sorotan. Indeks kualitas udara (AQI) dilaporkan mencapai angka 358, yang masuk kategori berbahaya atau hazardous. Kondisi ini berisiko memicu gangguan pernapasan dan memperburuk penyakit penyerta, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Siti Bahronah, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut menjadi salah satu faktor penting yang harus diantisipasi oleh calon jemaah sebelum keberangkatan.
“Jamaah sudah bisa menyesuaikan dan sudah melaksanakan ibadah di sana,” kata Siti, Rabu (6/5/2026).
Meski kondisi tergolong ekstrem, laporan dari Tanah Suci menunjukkan jemaah yang telah tiba mulai beradaptasi. Aktivitas ibadah tetap berjalan, namun dengan penyesuaian waktu dan intensitas, terutama untuk menghindari paparan panas berlebih pada siang hari.
Sementara itu, persiapan keberangkatan kloter “Sapu Jagad” yang dijadwalkan pada 20 Mei 2026 dilaporkan telah rampung. Seluruh tahapan, mulai dari dokumen perjalanan, perlengkapan, hingga manasik haji, sudah diselesaikan. Saat ini jemaah tinggal menunggu jadwal keberangkatan.
Namun demikian, faktor kesehatan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Sejumlah calon jemaah di berbagai daerah dilaporkan batal berangkat setelah tidak lolos pemeriksaan kesehatan tahap akhir. Hal ini menunjukkan pentingnya kesiapan fisik dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi.
Penyelenggara dan otoritas kesehatan mengimbau jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan. Penggunaan pelindung seperti payung atau topi, konsumsi air putih yang cukup, serta pembatasan aktivitas di luar ruangan pada siang hari menjadi langkah penting untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan akibat panas.
Dengan suhu tinggi dan kualitas udara yang buruk, jemaah diharapkan menjaga kondisi tubuh tetap prima. Kesiapan fisik dan kedisiplinan dalam mengikuti anjuran kesehatan menjadi kunci agar ibadah haji dapat berjalan lancar hingga selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.
OpenAI mengutamakan keamanan dalam pengembangan AI melalui pendekatan berlapis dan melibatkan masukan masyarakat dalam evaluasi.
Sultan HB X mendorong toko dan pusat perbelanjaan di Jogja menyediakan APAR sebagai langkah awal menangani kebakaran.