Lahan Pertanian DIY Susut 150-200 Ha per Tahun, Dewan Beri Peringatan
DPRD DIY menyoroti alih fungsi lahan pertanian 150-200 hektare per tahun dan meminta RPPLH 2026-2056 menjadi dasar pembangunan berkelanjutan.
Ilustrasi tawuran./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Perkelahian antarremaja yang diduga telah direncanakan sebelumnya di kawasan Pakualaman, Kota Jogja, berujung dua pelajar mengalami luka serius akibat senjata tajam. Polisi kini mendalami dugaan aksi “gladiatoran” yang terjadi dini hari tersebut.
Insiden terjadi sekitar pukul 03.30 WIB di Jalan Ki Mangunsarkoro, tepatnya di depan SMP Muhammadiyah 4 Jogja, pada Rabu (25/3/2026). Kedua korban, AP, 18, dan RA, 17, langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Ps Kasihumas Polresta Jogja, Ipda R. Anton Budi Susilo, mengatakan kondisi korban cukup serius akibat luka bacok di sejumlah bagian tubuh.
“Peristiwa terjadi dini hari, dua korban mengalami luka akibat senjata tajam dan saat ini masih dalam penanganan medis,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Berdasarkan data kepolisian, AP mengalami luka di pundak kiri, kedua lengan, serta jempol tangan kanan. Sementara RA mengalami luka parah di bagian dada kiri hingga menembus paru-paru.
RA sempat menjalani perawatan di RS Pratama sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bethesda karena kondisinya memburuk.
Kasus ini awalnya tidak langsung teridentifikasi sebagai perkelahian. Polsek Umbulharjo menerima laporan dari rumah sakit terkait pasien yang diduga korban kecelakaan lalu lintas.
Namun, saat petugas melakukan pengecekan di instalasi gawat darurat, ditemukan korban lain dengan luka akibat senjata tajam yang mengarah pada dugaan bentrokan.
“Awalnya laporan masuk sebagai laka lantas, tetapi setelah dicek di IGD ditemukan korban dengan luka akibat senjata tajam sehingga diduga merupakan kasus perkelahian,” kata Anton.
Dari hasil pemeriksaan awal, perkelahian tersebut diduga telah direncanakan. Kedua kelompok disebut sepakat bertemu di lokasi untuk melakukan aksi yang dikenal sebagai “gladiatoran”.
“Dari keterangan yang diperoleh, pertemuan itu sudah direncanakan. Jadi bukan karena kebetulan papasan atau saling ejek di jalan,” jelasnya.
Polisi juga menemukan dua senjata tajam jenis celurit yang diduga dibawa oleh salah satu korban. Keterangan saksi menguatkan bahwa kedua kelompok sama-sama membawa senjata saat bentrokan terjadi.
“Didapati senjata tajam jenis celurit dan dari keterangan sementara, kedua pihak diduga sama-sama membawa senjata,” ujarnya.
Saat ini, penanganan kasus telah dilimpahkan ke Polresta Jogja. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.
“Penanganan perkara dilimpahkan ke Polresta Jogja untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk pendalaman terkait kelompok yang terlibat,” katanya.
Polisi juga mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak pada malam hingga dini hari guna mencegah kejadian serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY menyoroti alih fungsi lahan pertanian 150-200 hektare per tahun dan meminta RPPLH 2026-2056 menjadi dasar pembangunan berkelanjutan.
Bahlil memastikan harga BBM subsidi tidak naik pada 2026. Pemerintah juga menyiapkan pembatasan konsumsi bagi masyarakat desil 9-10.
Pemkab Temanggung mulai menyalurkan Balinkes bagi warga kurang mampu. Bantuan maksimal Rp2,4 juta setahun untuk layanan kesehatan.
Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta secara resmi membuka penyaluran Program Bantuan Pangan (Banpang) Beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September
DPRD Sleman menargetkan penghasilan PPPK, termasuk paruh waktu, dapat mencapai UMR pada 2027. Sebagian tenaga pendidik masih di bawah UMK.
Danantara menggarap 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun yang diproyeksikan menyerap 37.833 tenaga kerja langsung.