Gegara Standar Medsos, Anak Muda Bantul Pilih Menunda Pernikahan
Pernikahan di Bantul menurun. Standar media sosial, karier, pendidikan, dan ekonomi membuat anak muda memilih menunda pernikahan.
Ilustrasi tawuran pelajar./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang remaja berinisial AA (16), warga Sewon, Kabupaten Bantul, diamankan oleh warga Kalurahan Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, pada Kamis (26/6/2025) dini hari pukul 02.00 WIB.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal ketika petugas piket dari Polsek Kasihan menerima laporan dari masyarakat tentang adanya remaja yang telah diamankan oleh warga.
BACA JUGA: Pertikaian Dua Geng di Sukoharjo yang Merenggut Nyawa Diawali Saling Tantang di Instagram
"Personel piket tersebut langsung mengunjungi lokasi kejadian dan melihat banyaknya kerumunan masa. Personel juga melihat ada seorang yang diamankan warga setempat," ujar Jefrry, Kamis.
Menurut informasi dari warga setempat, sebelum kejadian itu terjadi, ada dua pengendara sepeda motor yang tengah dikejar oleh anggota kepolisian hingga sampai ke lokasi tersebut. Salah satu dari keduanya berhasil ditangkap.
Lalu, beberapa warga mengaku mendengar bahwa remaja yang ditangkap membawa senjata tajam bersama seorang temannya yang lain. Namun, rekan dari pemuda yang ditangkap itu berhasil melarikan diri dari kejaran.
BACA JUGA: Soal Kasus Tawuran Siswa SD, Ini Tanggapan Kementerian PPPA
"Anggota polisi sebelumnya sudah pergi dan membawa satu orang yang berhasil diamankan tadi. Kemudian, warga setempat bergerak mencari orang yang kabur tersebut dan berhasil diketemukan," kata Jeffry.
jeffry menjelaskan berdasarkan penyelidikan, sebelum peristiwa penangkapan terjadi, aparat kepolisian sempat melaksanakan patroli di sekitar simpang empat Wojo, kawasan Ring Road, Kapanewon Sewon. Hasil patroli tersebut, polisi melihat sekelompok remaja, sekitar sepuluh orang, yang menampilkan gelagat mencurigakan.
Setelah itu personel Polri yang sedang melihat rombongan mencurigakan itu langsung melakukan pengejaran. Namun, karena jumlah rombongan itu banyak, kemudian rombongan itu berpencar.
"Polisi kemudian fokus mengejar dua orang dari kelompok tersebut. Saat proses pengejaran berlangsung, petugas juga menemukan senjata tajam yang letaknya terpisah dari posisi dua remaja yang dikejar sebelum akhirnya ditangkap," ungkapnya.
Hingga saat ini pihak kepolisian belum mengungkapkan identitas dari salah satu remaja yang lebih dulu berhasil diamankan. Saat ini keduanya berada Mapolda DIY guna menjalani pemeriksaan lanjutan.
"Usai dilakukan pemeriksaan terhadap salah satu orang yang diamankan, pengakuan dia dan rombongan tersebut sudah janjian, untuk tawuran di seputaran Ring Road Wojo Sewon," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pernikahan di Bantul menurun. Standar media sosial, karier, pendidikan, dan ekonomi membuat anak muda memilih menunda pernikahan.
DPC Gerindra Sleman membangun kantor permanen di Jalan Magelang. Ditargetkan rampung Februari 2027 dan menjadi rumah aspirasi masyarakat.
SNTL 2026 mempertemukan akademisi, pemerintah, industri, dan mitra untuk membahas teknologi dan manajemen lingkungan berkelanjutan.
Malaysia menang 6-0 atas Singapura, tetapi gagal ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh.
Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup. Mitchell Baker mencetak lima gol dalam pesta gol Garuda.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.