Guru SD di Kulonprogo Wafat Saat Jalani Ibadah Haji
Jemaah haji Kulonprogo Ngadikin wafat di Makkah usai sesak napas saat umrah sunah, dimakamkan di Tanah Suci.
Suasana di YIA, Jumat (27/10/2023). Anisatul Umah-Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Otoritas Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mencatat lonjakan signifikan pergerakan penumpang yang mencapai 31 persen pada puncak arus balik lebaran sesi pertama.
Tren kenaikan ini terlihat pada Selasa (24/3/2026) yang bertepatan dengan hari terakhir cuti bersama, di mana belasan ribu pemudik memadati terminal keberangkatan dan kedatangan di bandara yang berlokasi di Kulonprogo tersebut.
Pihak manajemen memprediksi masih akan terjadi gelombang puncak arus balik kedua di Bandara YIA yang diperkirakan berlangsung menjelang berakhirnya masa libur sekolah. General Manager Bandara YIA, Ruly Artha, menjelaskan bahwa pertumbuhan aktivitas penerbangan tahun ini jauh melampaui capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
“Puncak arus balik 2026 pada Selasa (24/3/2026) realisasinya ada 16.963 pergerakan penumpang sedangkan di 2025 hanya 12.941 untuk arus balik penumpangnya,” terangnya kepada awak media pada Rabu (25/3/2026).
Selain jumlah orang, frekuensi penerbangan pesawat saat momen puncak arus balik lebaran 2026 juga meroket hingga 30 persen dibanding tahun lalu.
Ruly memaparkan bahwa pada Selasa (24/3/2026) tercatat ada 103 pergerakan pesawat yang mengangkut penumpang, berbanding terbalik dengan data tahun 2025 yang hanya mencapai 79 penerbangan di momen yang sama.
“Padahal kemarin rencana trafik penerbangan awalnya hanya 101 pesawat dengan 16.794 penumpang itu artinya ada penambahan realisasi dari yang sudah direncanakan,” imbuh Ruly.
Meskipun gelombang pertama telah terlewati, volume lalu lintas udara pada Rabu (25/3/2026) terpantau masih berada di atas rata-rata harian normal.
Berdasarkan data terkini, rencana trafik penerbangan di Bandara YIA masih menyentuh angka 15.814 penumpang dengan total 97 pesawat.
“Padahal rata-rata harian normal di YIA maksimal 11 ribuan penumpang,” ucapnya. Dari total belasan ribu orang tersebut, tercatat sebanyak 7.127 merupakan penumpang yang datang dan 8.687 lainnya adalah penumpang yang berangkat meninggalkan Yogyakarta.
Secara akumulatif, total pergerakan penumpang selama masa operasional posko lebaran 2026 telah menembus angka 170.048 orang. Data ini dihimpun mulai dari 13 Maret hingga 24 Maret 2026 dengan total aktivitas penerbangan mencapai 1.142 pesawat.
“Pergerakan penumpang naik sembilan persen dari 156.713 orang di 2025 menjadi 170.048 penumpang di 2026 dan pergerakan pesawat naik delapan persen dari 1.053 di 2025 menjadi 1.142 di 2026,” pungkas Ruly.
Pertumbuhan positif ini mengindikasikan tingginya minat masyarakat menggunakan moda transportasi udara melalui Kulonprogo serta kesiapan infrastruktur bandara dalam melayani lonjakan pemudik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jemaah haji Kulonprogo Ngadikin wafat di Makkah usai sesak napas saat umrah sunah, dimakamkan di Tanah Suci.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.