Miris! 1.200 Anak di Kulonprogo Putus Sekolah, Ini Datanya
Kasus anak tidak sekolah di Kulonprogo capai 1.200 orang. Faktor ekonomi hingga persepsi jadi penyebab utama.
Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi satu-satunya bandara bertaraf internasional untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah. Tampak sejumlah pengguna bersiap memasuki Bandara YIA di Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta, belum lama ini.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengelola Yogyakarta International Airport atau Bandara YIA memperketat pengawasan terhadap pergerakan penumpang sebagai langkah antisipasi penyebaran hanta virus. Meski hingga kini belum ditemukan kasus positif di bandara tersebut, kewaspadaan tetap ditingkatkan melalui pengawasan kesehatan penumpang dan pengendalian vektor penyakit.
Langkah pengawasan dilakukan menyusul adanya laporan dugaan kasus hanta virus di wilayah Kulonprogo. Pengelola bandara bersama instansi terkait kini memperkuat pola penanganan penyakit menular internasional untuk mencegah potensi penyebaran virus melalui pelaku perjalanan.
General Manager Bandara YIA, Muhammad Thamrin, menjelaskan pengawasan dilakukan melalui kerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan DIY.
Menurut dia, fokus pengawasan saat ini mencakup pemantauan pelaku perjalanan internasional serta pengendalian vektor hewan pembawa penyakit di area bandara.
“Hingga saat ini belum ada laporan kasus hanta virus ditemukan di YIA, namun kewaspadaan tetap ditingkatkan melalui koordinasi intens lintas instansi,” katanya kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Thamrin mengungkapkan, penumpang dengan suhu tubuh mencapai 37,5 derajat Celsius atau lebih akan menjalani pemeriksaan lanjutan. Jika diperlukan, penumpang juga dapat dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan dini apabila ditemukan indikasi penularan penyakit menular, termasuk hanta virus.
“Pemantauan pelaku perjalanan di terminal kedatangan internasional YIA dengan menggunakan thermal scanner dan all Indonesia,” lanjutnya.
Thermal scanner merupakan alat pemantau suhu tubuh otomatis yang digunakan untuk mendeteksi kondisi kesehatan penumpang pesawat. Alat tersebut bekerja memantau suhu tubuh penumpang tanpa disadari selama proses kedatangan di terminal bandara.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan sempat menginformasikan adanya dugaan kasus hanta virus di wilayah Kulonprogo. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan oleh Dinas Kesehatan Kulonprogo, kasus tersebut masih berstatus suspek dan belum dinyatakan positif.
Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Susilaningsih, menegaskan hingga kini belum ditemukan kasus positif hanta virus di wilayah Bumi Binangun.
“Untuk vektornya memang pernah dilakukan pemeriksaan pada tikus hasilnya ada yang positif,” ucap Susilaningsih.
Ia menjelaskan, hanta virus dapat ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus. Karena itu, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna menekan risiko penularan penyakit tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus anak tidak sekolah di Kulonprogo capai 1.200 orang. Faktor ekonomi hingga persepsi jadi penyebab utama.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa