Siswa Mundur dari Sekolah Rakyat, DPRD Kulonprogo Dorong Pendampingan
DPRD Kulonprogo meminta evaluasi Sekolah Rakyat setelah sejumlah siswa mundur. Pendampingan psikolog dinilai penting untuk mendukung adaptasi anak.
Proses pencairan ganti rugi proyek Jalan Tol Jogja–YIA kembali bergulir di wilayah Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Jumat (8/5/2026) Khairul Maarif/Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO — Pencairan ganti rugi proyek Jalan Tol Jogja–YIA kembali bergulir di wilayah Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih. Namun di balik nilai fantastis yang mencapai puluhan miliar rupiah, muncul fenomena menarik: warga terdampak justru memilih mengamankan dana dengan membeli tanah kembali.
Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kulonprogo mencairkan kompensasi untuk 36 bidang tanah dan lima nonbidang di Padukuhan Ngruno dan Suruhan. Total luas lahan mencapai 31.243 meter persegi dengan nilai ganti rugi lebih dari Rp85,2 miliar.
Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan BPN Kulonprogo, Eko Herry Supriyanto, menjelaskan pencairan dilakukan langsung ke rekening penerima melalui Bank Mandiri bagi warga yang telah memenuhi syarat administrasi.
“Nilai ganti rugi terbesar Rp7,1 miliar milik Punirah dengan luas 2.423 meter persegi, sedangkan terkecil Rp107 juta milik Tutik dengan luas 60 meter,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Eko, pencairan ini merupakan bagian dari tahapan lanjutan pengadaan tanah yang telah dilakukan beberapa kali di Kapanewon Pengasih. Proses serupa masih akan berlanjut dalam waktu dekat.
“Setelah Karangsari, kemungkinan berikutnya di Kalurahan Pengasih. Surat perintah pembayaran sudah turun dan direncanakan terealisasi bulan Mei ini,” katanya.
BPN juga telah menyusun jadwal pencairan lanjutan di sejumlah kalurahan sepanjang Mei 2026. Pemberitahuan kepada warga dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan agar proses berjalan tertib dan lancar.
Di sisi lain, kisah warga penerima ganti rugi menjadi sorotan tersendiri. Alih-alih menggunakan dana untuk konsumsi atau pembelian barang mewah, sebagian warga justru memilih berinvestasi kembali pada aset tanah.
Salah satu penerima, Suraji, mengaku lega setelah menunggu hampir satu tahun hingga dana kompensasi akhirnya cair. Ia menerima sekitar Rp3 miliar untuk lahan seluas kurang lebih 1.000 meter persegi.
“Dari tanah untuk tanah. Yang utama beli tanah lagi, kalau ada sisa untuk anak-anak,” ujarnya.
Suraji menegaskan dirinya tidak tertarik menggunakan dana tersebut untuk membeli kendaraan atau kebutuhan konsumtif lainnya. Baginya, tanah tetap menjadi investasi paling aman dan bernilai jangka panjang.
Fenomena ini menunjukkan bahwa dampak pembangunan tol Jogja–YIA tidak hanya mempercepat konektivitas wilayah, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal sekaligus perubahan pola pengelolaan keuangan masyarakat.
Dengan nilai ganti rugi yang besar, keputusan warga untuk kembali berinvestasi pada tanah dinilai menjadi strategi yang cukup bijak dalam menjaga keberlanjutan aset di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo meminta evaluasi Sekolah Rakyat setelah sejumlah siswa mundur. Pendampingan psikolog dinilai penting untuk mendukung adaptasi anak.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 21 Agustus 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di tiap stasiun.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.
Hyundai Tucson 2027 resmi diperkenalkan dengan desain Art of Steel, dimensi lebih besar, kabin Pleos, dan varian XRT.
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.