Advertisement

Puncak Mudik Terminal Giwangan Tembus 17.000 Penumpang Per Hari

Stefani Yulindriani Ria S. R
Kamis, 26 Maret 2026 - 06:37 WIB
Sunartono
Puncak Mudik Terminal Giwangan Tembus 17.000 Penumpang Per Hari Terminal Giwangan, Jogja. Antara - Luqman Hakim

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Gelombang arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Giwangan Yogyakarta resmi menyentuh titik tertinggi dengan total kedatangan mencapai 17.671 penumpang.

Lonjakan signifikan ini terpantau hingga Selasa (24/3/2026), di mana tercatat pula sebanyak 16.673 orang yang bertolak dari terminal terbesar di DIY tersebut.

Advertisement

Data ini menunjukkan eskalasi volume pemudik hingga 10 persen jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepala UPT Terminal Giwangan, Sigit Saryanto, memprediksi bahwa kepadatan aktivitas di area keberangkatan dan kedatangan masih akan terus bertahan hingga masa cuti bersama nasional berakhir.

Tingginya antusiasme masyarakat menggunakan moda transportasi darat ini membuat ketersediaan armada bus menjadi tumpuan utama pergerakan massa di musim libur panjang.

“Bus sekarang menjadi pilihan utama. Baik kelas eksekutif arah Jakarta maupun ekonomi arah Surabaya sudah penuh. Total ada sekitar 1.400 armada dengan rata-rata 700 perjalanan per hari,” ujar Sigit pada Rabu (25/3/2026). Kondisi ini dipicu oleh ludesnya tiket bus reguler dari berbagai Perusahaan Otobus (PO) yang bahkan sudah habis dipesan sejak sepekan sebelum hari raya.

Untuk rute menuju Jakarta, seluruh tiket keberangkatan hingga tanggal 26 Maret telah habis terjual melalui sistem pemesanan daring atau online.

Fenomena serupa terjadi pada trayek menuju Surabaya dan Bandung yang mencatatkan tingkat keterisian kursi atau okupansi hingga menyentuh angka 100 persen.

Guna membendung ledakan calon penumpang di area tunggu, pihak pengelola terminal telah menyiagakan sejumlah armada tambahan.

Langkah antisipasi ini melibatkan penggunaan bus pariwisata serta bus cadangan milik berbagai PO untuk memastikan tidak ada pemudik yang telantar di terminal akibat kehabisan kursi.

“Setiap hari keberangkatan rata-rata di atas 10.000 orang. Habis berangkat, datang lagi penumpang baru. Kami juga menata jam keberangkatan agar tidak terjadi antrean bus yang memicu penumpukan lebih parah,” ungkap Sigit menjelaskan teknis pengaturan di lapangan.

Manajemen waktu keberangkatan ini menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya botol leher di pintu keluar terminal.

Sigit menambahkan bahwa meskipun puncak arus mudik sudah terlewati dalam tiga hari terakhir, kewaspadaan tetap ditingkatkan menghadapi gelombang arus balik.

Prediksi lonjakan berikutnya diperkirakan akan terjadi pada akhir pekan mendatang saat para pemudik mulai bersiap kembali ke kota perantauan masing-masing.

Sebelum masa angkutan Lebaran dimulai, UPT Terminal Giwangan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja sebenarnya telah melakukan serangkaian persiapan teknis.

Salah satu fokus utamanya adalah pelaksanaan ramp check atau inspeksi keselamatan terhadap seluruh armada bus, serta pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi para pengemudi guna menjamin aspek keamanan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan di jalan raya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Arus Balik Lebaran 2026: 62.527 Kendaraan Padati Tol Cikampek Utama

Arus Balik Lebaran 2026: 62.527 Kendaraan Padati Tol Cikampek Utama

News
| Kamis, 26 Maret 2026, 06:57 WIB

Advertisement

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Wisata
| Minggu, 22 Maret 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement