SHDK Kartu Keluarga Jadi Sumber Kendala SPMB 2026 di Bantul
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Personel gabungan bersama Dishub Bantul saat melakukan ramp check kendaraan wisata dan angkutan di kawasan Parangtritis belum lama ini. Pemeriksaan keamanan dan kelaikan bus tersebut akan dilaksanakan sampai 24 Desember 2025 bertepatan dengan libur akhir tahun dan masa Nataru. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul meminta seluruh pengelola angkutan wisata dan angkutan umum untuk memastikan armadanya laik jalan menjelang masa libur akhir tahun dan masa Natal-Tahun Baru (Nataru).
Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang sekaligus mendukung kelancaran arus wisata di wilayah ini. Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul, Toto Pamudji mengatakan, menjelang masa libur akhir tahun dan Nataru mendatang pihaknya telah memulai penyelenggaraan ramp check kendaraan wisata dan angkutan di sejumlah lokasi. Kegiatan itu ke depan digelar secara gabungan dengan melibatkan berbagai instansi dan aparat kepolisian.
"Tujuannya untuk memastikan bahwa angkutan wisata dan umum sesuai dengan standar keselamatan kendaraan dan laik jalan," katanya, Kamis (13/11/2025).
Menurut Toto, dalam ramp check yang biasanya diselenggarakan rutin setiap tahunnya itu petugas kadang kala masih menemukan bus dengan beberapa pelanggaran baik dalam hal teknis maupun administrasi. Beberapa di antaranya yakni meliputi masalah pada rem, lampu, ban, atau wiper.
"Hal-hal teknis seperti itu kadang dianggap sepele oleh kru angkutan, padahal dampaknya bisa signifikan. Biasanya kalau ditemukan pelanggaran kecil kami imbau diperbaiki secepatnya," katanya.
Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi mengatakan, belum lama ini pihaknya telah menerima surat edaran dari kementerian terkait dengan imbauan penyelenggaraan ramp check jelang libur akhir tahun dan masa Nataru. "Nantinya penyelenggaraan inspeksi keselamatan dan kelaikan jalan kendaraan akan dilakukan sejak awal November sampai 24 Desember 2025," ujarnya.
Singgih menambahkan, selain memeriksa kondisi fisik kendaraan petugas gabungan nantinya juga bakal mengecek kelengkapan administrasi seperti STNK, SIM pengemudi, dan premi asuransi angkutan. Jika ditemukan pelanggaran, pihak kepolisian akan menindak sesuai ketentuan.
Menurutnya, inspeksi gabungan ini akan terus dilakukan hingga 24 Desember 2025, dengan fokus pada kawasan wisata dan terminal yang menjadi tujuan utama wisatawan selama libur akhir tahun. “Menjelang Nataru ini kami intensifkan pengecekan agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat menggunakan angkutan umum maupun bus wisata di Bantul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Bantul ungkap SHDK KK jadi kendala SPMB 2026. Verifikasi tetap aman tanpa temuan pemalsuan dokumen kependudukan.
Dembele cetak hattrick cepat saat Prancis kalahkan Norwegia 4-1 dan lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026.
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.