Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Warga Kota Jogja bersepeda di Jl. Malioboro dalam pelaksanaan uji coba Malioboro full pedestrian pada Senin (1/12/2025). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA —Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan kebijakan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian akan mulai diberlakukan pada 2026. Dengan penerapan tersebut, seluruh kendaraan bermotor berbahan bakar minyak (BBM), termasuk becak motor (bentor) dan Maxride, dilarang melintas di sepanjang Jalan Malioboro.
Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti menjelaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Daerah DIY dalam menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan kualitas udara di kawasan wisata ikonik tersebut.
“Jika Malioboro sudah menjadi kawasan full pedestrian, maka kendaraan yang masih menggunakan BBM tidak bisa masuk. Itu termasuk bentor dan kendaraan bermotor lainnya,” ujar Erni, Minggu (1/2/2026).
Sebagai solusi mobilitas ramah lingkungan, Pemda DIY selama ini telah mengembangkan sejumlah moda transportasi alternatif, seperti becak listrik dan bus listrik Si Thole yang memanfaatkan bahan bakar dari olahan sampah plastik. Ke depan, pemerintah juga berencana memperluas pengembangan kendaraan berbasis energi alternatif.
Meski demikian, Erni mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam implementasi kebijakan tersebut. Hingga saat ini, bentor dan Maxride masih kerap melintas di kawasan Malioboro, meskipun operasional kedua jenis kendaraan itu sebenarnya telah dilarang di Kota Jogja melalui regulasi Pemkot Jogja sejak tahun lalu.
Ia berharap, penerapan penuh kawasan pedestrian nantinya bisa berjalan seiring dengan penertiban kendaraan yang tidak sesuai aturan.
“Pemerintah tidak cukup hanya membuat regulasi. Pengguna juga perlu diberikan pemahaman bahwa hal itu tidak sesuai kebijakan. Ini butuh dukungan Pemkot, Pemda, Kraton, kepolisian, serta masyarakat,” katanya.
Untuk mendukung kebijakan full pedestrian, Dishub DIY juga berencana memasang portal pembatas di sejumlah titik akses masuk Malioboro. Selain itu, pihaknya tengah mengidentifikasi berbagai potensi hambatan yang dapat mengganggu aktivitas warga maupun pelaku usaha.
Dalam uji coba sebelumnya, kebijakan pedestrian penuh sempat memicu kesulitan parkir bagi pedagang serta munculnya praktik parkir liar di sekitar kawasan Malioboro. Dishub DIY berupaya mencari solusi agar persoalan tersebut tidak terulang.
“Kami akan menyiapkan solusi terbaik supaya masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan nyaman, namun tujuan utama tetap tercapai, yaitu udara lebih bersih dan lingkungan yang lebih sehat,” ujar Erni.
Menurutnya, keberhasilan Malioboro sebagai kawasan pedestrian sepenuhnya sangat bergantung pada kolaborasi lintas pihak serta kesadaran kolektif untuk mengurangi polusi udara di ruang publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny