Advertisement

UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman

Andreas Yuda Pramono
Rabu, 25 Maret 2026 - 12:37 WIB
Maya Herawati
UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman Foto ilustrasi UMKM penjual oleh/oleh khas Yogyakarta. / ist

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Peran UMKM di Sleman menonjol sebagai penggerak utama perputaran uang selama libur Lebaran 2026. Lonjakan wisatawan dan pemudik tidak hanya memadati destinasi wisata, tetapi juga langsung menghidupkan aktivitas ekonomi pelaku usaha kecil di berbagai sektor.

Pergerakan ini terlihat dari ramainya pasar tradisional, sentra kuliner, hingga lapak UMKM di kawasan wisata di Sleman. Aktivitas tersebut memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal selama periode liburan.

Advertisement

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sleman, Yudi Prihantana, menyampaikan kesiapan pelaku usaha sebelum Lebaran menjadi faktor penting dalam menangkap peluang tersebut. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga dilakukan untuk menjaga kenyamanan wisatawan.

“Sleman siap menerima kedatangan masyarakat dari berbagai daerah. Kami telah berkoordinasi untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan selama liburan,” kata Yudi di Sleman, pekan lalu.

Sejak awal, Kadin Sleman telah memetakan potensi UMKM serta titik wisata yang diprediksi mengalami lonjakan kunjungan. Pelaku usaha diimbau menjaga kualitas produk, menetapkan harga wajar, serta memberikan pelayanan ramah agar kepercayaan wisatawan tetap terjaga.

Dampaknya terlihat nyata di berbagai destinasi seperti kawasan Gunung Merapi di Sleman, Kaliurang di Sleman, serta Candi Prambanan di Sleman. Produk kuliner khas seperti jadah tempe, kopi klotok, hingga olahan salak menjadi incaran wisatawan dan turut mendongkrak pendapatan pelaku UMKM.

Di sektor perhotelan, peningkatan aktivitas juga mengikuti tingginya mobilitas wisatawan. Ketua BPC PHRI Sleman, Andhu Pakerti, sebelumnya memproyeksikan kenaikan tingkat hunian hotel selama libur Lebaran, dan kondisi di lapangan menunjukkan tren tersebut terjadi.

“Sleman menawarkan paket wisata lengkap dari alam, budaya, hingga kuliner dengan fasilitas akomodasi yang memadai,” kata Andhu di Sleman.

Wisatawan diimbau tetap menggunakan kanal resmi saat memesan akomodasi guna menghindari potensi penipuan, termasuk melalui situs resmi PHRI Sleman.

Selain menggerakkan konsumsi jangka pendek, momentum ini juga membuka peluang investasi di Sleman, terutama pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Kolaborasi antara pelaku usaha dan UMKM lokal menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah.

Dengan kontribusi tersebut, UMKM di Sleman tidak hanya menikmati lonjakan permintaan saat libur Lebaran, tetapi juga mempertegas perannya sebagai motor utama perputaran ekonomi daerah yang terus berlanjut setelah periode liburan berakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026

Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026

News
| Rabu, 25 Maret 2026, 12:47 WIB

Advertisement

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Wisata
| Minggu, 22 Maret 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement