Ramaikan UMKM, PKS Bantul Berkomitmen Perkuat Ketahanan Pangan
PKS Bantul menggelar Milad ke-24 dengan bazar UMKM, layanan kesehatan gratis, dan santunan bagi masyarakat di Bantul.
Wisata Pantai Parangtritis, Bantul - Antara
Harianjogja.com, BANTUL— Arus balik Lebaran di wilayah Bantul mulai menunjukkan peningkatan, terutama di jalur menuju kawasan wisata pantai. Rekayasa lalu lintas pun langsung diterapkan untuk menjaga kelancaran kendaraan yang keluar masuk area Pantai Parangtritis.
Pantauan pada Rabu (25/3/2026) menunjukkan volume kendaraan di sejumlah ruas utama hingga persimpangan di Bantul meningkat. Meski demikian, arus lalu lintas masih terpantau lancar tanpa perlambatan signifikan.
Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto mengatakan kepadatan mulai terasa seiring pergerakan wisatawan dan pemudik. Salah satu titik yang mengalami peningkatan aktivitas berada di kawasan Tempat Pemungutan Retribusi Pantai Parangtritis.
“Hasil pantauan arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Bantul termonitor ruas jalan utama hingga persimpangan mengalami peningkatan jumlah volume kendaraan, namun demikian masih dalam keadaan lancar dan tidak terjadi perlambatan,” ujarnya.
Untuk mencegah antrean panjang, kepolisian menerapkan sistem satu arah di akses keluar masuk kawasan Pantai Parangtritis. Skema ini difokuskan pada distribusi arus kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik.
Dalam pengaturannya, kendaraan yang keluar dari area pantai diarahkan melalui simpang tiga Hotel Gandung menuju Pantai Depok. Arus kemudian dilanjutkan ke simpang empat Ditpolairud, bergerak ke arah barat hingga simpang tiga Pengklik, lalu terhubung ke Jalan Samas.
Selain rekayasa jalur, tim urai juga disiagakan di sejumlah titik rawan kemacetan. Pemantauan diperkuat dengan penggunaan drone, terutama di kawasan Simpang Piyungan dan Kasongan yang kerap mengalami lonjakan arus kendaraan.
Di tengah peningkatan mobilitas ini, masyarakat diimbau tetap mengutamakan keselamatan. Pengendara diminta mengikuti arahan petugas serta tidak memarkir kendaraan sembarangan, khususnya di kawasan wisata.
Wisatawan yang berkunjung ke pantai juga diminta waspada terhadap potensi bahaya arus balik laut atau rip current. Kondisi pengemudi dan kendaraan diharapkan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan.
Sebagai langkah antisipasi gangguan keamanan, Polres Bantul membuka layanan Call Center 110. Layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian mencurigakan atau gangguan kamtibmas.
“Peran aktif masyarakat melalui pelaporan yang cepat sangat krusial dalam menciptakan situasi lingkungan yang kondusif serta mencegah potensi tindak kejahatan secara dini,” tandasnya.
Sebagai konteks, sebelumnya terjadi insiden wisatawan terseret ombak di kawasan Pantai Parangtritis pada 22 dan 23 Maret. Sebanyak delapan orang sempat hanyut, namun seluruhnya berhasil diselamatkan.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Muhammad Arief Nugraha menjelaskan kejadian tersebut terjadi di area rawan rip current. Ia mengingatkan wisatawan untuk lebih berhati-hati saat bermain air.
“Ada dua kasus, korban terbawa ombak ada 8 tapi bisa selamat semua. Kami imbau untuk para wisatawan untuk tetap hati-hati. Untuk tinggi ombak sendiri ada di 1 sampai 3 meter,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PKS Bantul menggelar Milad ke-24 dengan bazar UMKM, layanan kesehatan gratis, dan santunan bagi masyarakat di Bantul.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.