Tingkatkan Kunjungan, Pemkot Solo Promosikan Wisata ke Gunungkidul
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
Agenda Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah yang digelar Disdikpora DIY di Parangtritis Geomaritime Science Park, Parangtritis, Kretek, Bantul, Jumat (19/7/2024)./Stefani Yulindriani
BANTUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menggelar Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah di Parangtritis Geomaritime Science Park, Parangtritis, Kretek, Bantul, Jumat (19/7/2024).
Kepala Seksi Sekolah Menengah Atas Disdikpora DIY, Supartini menyatakan beasiswa pendidikan menengah yang dikucurkan Pemda DIY berasal dari APBD DIY 2024. Tahun ini anggaran yang dikucurkan mencapai Rp24,7 miliar.
Anggaran tersebut akan dikucurkan dalam beberapa bentuk beasiswa meliputi Kartu Cerdas, Jaminan Kelangsungan Pendidikan (JKP), Beasiswa Retrieval, dan Pemberian Peralatan Sekolah.
Untuk Kartu Cerdas, alokasi anggaran yang dikucurkan mencapai Rp21,3 miliar. Kemudian untuk JKP anggarannya Rp2,4 miliar; untuk Beasiswa Retrieval Rp600 juta; dan Pemberian Peralatan Sekolah anggarannya mencapai Rp399,5 juta.
Dijelaskan Supartini, Beasiswa Kartu Cerdas dan Pemberian Peralatan Sekolah diberikan dengan sasaran pelajar di tingkat SMA/SMK sederajat yang berasal dari keluarga prasejahtera atau rawan miskin.
Sementara, JKP diberikan bagi pelajar yang ijazahnya tertahan di sekolah karena mengalami masalah keuangan. Kemudian, Beasiswa Retrieval diberikan kepada anak usia sekolah yang putus sekolah agar dapat kembali melanjutkan pendidikan. “Beasiswa ini untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, dengan beasiswa ini diharapkan mereka bisa tetap melanjutkan sekolah, minimal sampai tingkat SMA/SMK,” katanya.
Dia menuturkan, Disdikpora DIY telah menggelar Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah sejak tahun lalu. Tahun ini, penyelenggaraan sosialisasi beasiswa tersebut kembali dilakukan untuk menyebarluaskan informasi terkait dengan mekanisme untuk mengakses beasiswa tersebut kepada masyarakat di DIY.
Disdikpora DIY, menurut Supartini, juga menyosialisasikan beasiswa tersebut ke sejumlah sekolah di DIY. Dengan begitu, diharapkan ketika ada siswa yang kesulitan dalam pendanaan pendidikan, maka dapat disampaikan ke Disdikpora DIY melalui sekolah. “Kami berharap program ini bisa mendorong peningkatan angka partisipasi sekolah di DIY,” ujarnya.
Anggota DPRD DIY, Tustiyani, mengatakan penyaluran beasiswa diselenggarakan untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah bagi anak di DIY. Dia berharap beasiswa pendidikan menengah tersebut dapat diakses masyarakat setempat sehingga angka partisipasi sekolah di DIY terus meningkat. “Kami berharap anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan meskipun orang tua mereka mengalami kesulitan ekonomi. Dengan beasiswa ini, mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan,” katanya.
Salah satu warga yang mengikuti sosialisasi, Yuli Sumiastuti, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialiasi tersebut membuatnya mengetahui adanya program beasiswa pendidikan menengah. Dia pun berharap sasaran penerima beasiswa benar-benar tepat sasaran. “Semoga ini [beasiswa] bisa berlanjut. Semoga siswa yang membutuhkan [beasiswa pendidikan menengah] bisa mendapatkannya,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.