Nisan Makam Mertua Djaduk Ferianto Dirusak, Polisi Turun Tangan
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Ilustrasi IKD./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Angka Kepemilikan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Bantul masih jauh dari target nasional. Sejauh ini, berdasarkan data dari Pemkab Bantul, angka kepemilikan IKD di Bumi Projotamansari hingga kini baru sekitar 8%, padahal target dari Pusat adalah 30%.
Untuk itu, Pemkab Bantul berupaya melakukan pendaftaran dengan mendatangi warga untuk meningkatkan angka kepemilikan IKD.
Kepala Disdukcapil Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyampaikan kepemilikan IKD telah mencapai 8,56%. Sementara target dari Pusat masih berkisar 30%. “Jadi kemarin untuk mengejar target nasional [kepemilikan IKD mencapai 30 persen] hampir tidak mungkin. Saya hanya menargetkan 10 persen,” ujarnya, Kamis (22/8/2024).
Dia menuturkan target kepemilikan IKD yang ditetapkan nasional menurutnya mustahil tercapai. Hal itu, lantaran sebagian besar warga Bantul belum memiliki ponsel yang memadai untuk mendaftarkan kepemilikan IKD secara mandiri.
Dia menuturkan Disdukcapil Bantul telah mendata penduduk berusia 20-40 tahun sebagai kelompok sasaran kepemilikan IKD.
Dari situ, pihaknya memberikan undangan by name by address untuk dilakukan pendaftaran IKD di padukuhan masing-masing. “IKD kemungkinan [digunakan] di generasi usia 20-40 tahun yang pegang ponsel, dan ponselnya support, tidak gaptek, itu kelompok sasaran,” ujarnya.
Karena itu, menurut Kwintarto pihaknya melakukan jemput bola kepada masyarakat usia tersebut untuk didaftarkan IKD. Dia memperkirakan dengan upaya tersebut penduduk yang dapat didaftarkan IKDnya dapat mencapai sekitar 300-400 orang per padukuhan.
BACA JUGA: Pemanfaatan Minim, Capaian Identitas Kependudukan Digital Kulonprogo Baru 3,75 Persen
Dia menuturkan sebelumnya pihaknya melakukan jemput bola ke padukuhan dengan memberikan undangan ke perangkat desa setempat. Namun yang hadir hanya sekitar 60-70 orang. "Kami lalu menggunakan undangan by address dan itu sangat efektif. Itu [undangan by name by address] di-support oleh lurah, dan kepala dukuh," katanya.
Dia menargetkan program tersebut dapat menjangkau satu per tiga penduduk Bantul.
Dalam program tersebut, pemilih pemula yang belum merekam data KTP-el juga bisa mengakses pelayanan perekaman KTP-el di sana. Bagi desa yang mengajukan [program jemput bola pendaftaran] IKD sekaligus perekaman pemula bisa kami layani," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Sri Sultan HB X menegaskan kedaulatan, keadilan dan kemakmuran harus menjadi laku bangsa dalam membangun Indonesia.
BGN menutup 1.300 SPPG yang tidak memenuhi standar keselamatan pangan dan menyiapkan test kit kimia untuk mendeteksi racun.
IDM meresmikan rumah layak huni ke-56 untuk warga Sleman dalam HUT ke-81 RI. Program TJSL ini menyasar masyarakat sekitar destinasi wisata.
Jadwal KRL Palur-Jogja Selasa 18 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta, termasuk waktu di tiap stasiun.
Prabowo menyapa puluhan ribu warga Monas dari atas Maung Limousine usai menyaksikan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara.