Sering Menahan BAB di Pagi Hari Ini Dampaknya
Sulit BAB pagi hari bisa diatasi dengan kebiasaan sederhana seperti bangun lebih awal, napas dalam, dan minum air hangat.
Gempa Ilustrasi - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Gempa bumi mengguncang wilayah DIY dan sekitarnya, Senin (26/82024) malam.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pengumuman dan menjelaskan pusat gempa berada di Gunungkidul.
BACA JUGA: Poros Baru Sulit Terbentuk di Pilkada Sleman, Ini Alasannya
Pusat gempat tepatnya berada di 8.78 LS, 110.27 BT, atau sekitar 95 kilometer Barat Daya Gunungkidul, kedalaman 30 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
Gempa yang terjadi pada pukul 19.57 WIB terasa cukup kencang hingga Kota Jogja. Berdasarkan pantauan harianjogja.com, tampak beberapa warga berhamburan ke luar bangunan saat gempa terjadi.
Berikut ini pengumuman resmi dari BMKG:
#Gempa Mag:5.8, 26-Agu-24 19:57:42 WIB, Lok:8.78 LS,110.27 BT (95 km BaratDaya GUNUNGKIDUL-DIY), Kedlmn:30 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG pic.twitter.com/ZeGJoZbR9b
— BMKG (@infoBMKG) August 26, 2024
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : BMKG
Sulit BAB pagi hari bisa diatasi dengan kebiasaan sederhana seperti bangun lebih awal, napas dalam, dan minum air hangat.
CEO OpenAI Sam Altman menyebut dunia telah memasuki era singularitas AI. Pernyataan itu memicu perdebatan baru tentang manfaat dan risiko kecerdasan buatan bagi
Satpol PP dan Dishub Bantul menemukan 11 pelanggaran penyelenggaraan parkir. Tiga kendaraan yang parkir di area terlarang depan IGD RSUD Panembahan Senopati jug
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto