FTDI UII Sambut 535 Mahasiswa Baru, Usung Kampus Berkelanjutan
FTDI UII menyambut 535 mahasiswa baru 2026/2027 dengan semangat Engineer the Future, Sustain the World dan komitmen kampus berkelanjutan.
Skrining TBC - Ilustrasi Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Deteksi dini penyakit tuberkulosis (TB) di Kota Jogja dioptimalkan melalui pencarian kasus secara aktif (active case finding/ACF) pada kelompok berisiko tinggi.
"Kelompok dengan risiko tinggi TB seperti anak-anak, orang dengan HIV/AIDS dan penderita diabetes melitus," ujar Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Jogja Lana Unwanah dalam keterangannya di Jogja, Jumat (30/8/2024).
Selain menyasar kelompok berisiko tinggi, kata Lana, pihaknya juga menggencarkan pencarian kasus pada lokus wilayah dengan potensi kasus TB yang tinggi.
Selama tiga tahun terakhir, menurut dia, Pemkot Jogja bersama Zero TB Jogja bekerja sama untuk melakukan ACF yang menyasar seluruh kelompok masyarakat di setiap wilayah untuk deteksi dini.
Dia menegaskan bahwa untuk memutus mata rantai penyebaran TB tidak sekadar menyasar pasien saja, tapi juga orang serumah atau yang memiliki intensitas kontak erat dengan pasien.
BACA JUGA: Ramai Tudingan Gratifikasi di Medsos, KPK Siap Mengklarifikasi Kaesang
Hingga Juli 2024, Pemkot Jogja mencatat temuan 775 kasus TB dengan tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 70,4%, dengan 30% diantaranya merupakan TB resisten obat.
Pasien TB yang kontaknya diperiksa mencakup 15,74% dan kontak serumah yang mendapatkan pengobatan pencegahan 25%.
Lana mengimbau masyarakat terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan ketika memiliki gejala, seperti demam selama lebih dari dua minggu, batuk berkepanjangan atau penurunan berat badan agar segera mengunjungi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"TBC bisa sembuh dengan penanganan dan pengobatan yang tepat. Untuk itu jangan ragu periksa, karena kesadaran diri sendiri untuk menanggulangi TBC sangat penting agar penyakit ini segera teratasi dengan tuntas," ujar dia.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Jogja Wirawan Hario Yudo mengatakan selain berdampak pada permasalahan kesehatan, TB juga memengaruhi kehidupan sosial ekonomi masyarakat.
Oleh sebab itu, penanggulangannya harus dilakukan dengan strategi pencegahan, penanganan, dan pengobatan yang tepat.
"Penanggulangan TB menjadi pekerjaan bersama lintas sektor, yang di dalam pelaksanaannya harus dilakukan dengan gerakan aktif dan masif, melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk mencapai Eliminasi TBC tahun 2030 secara nasional, dan Zero TB 2026 di Kota Jogja," tutur Wirawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
FTDI UII menyambut 535 mahasiswa baru 2026/2027 dengan semangat Engineer the Future, Sustain the World dan komitmen kampus berkelanjutan.
Bulog Magelang menyalurkan 21.884,5 ton beras kepada 729.485 PBP untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
RUPSLB BTN menyepakati pergantian lima direksi untuk regenerasi dan memperkuat strategi beyond mortgage.
Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, MORAZEN Yogyakarta memberikan apresiasi khusus kepada para tamu dengan membagikan Kue Sarang Semut.
Lebih dari 1.000 cagar budaya telah ditetapkan di DIY. Perawatan bangunan milik masyarakat masih menghadapi kendala biaya dan kewenangan.
Menteri PU memastikan jalan dan jembatan nasional pascagempa NTT telah kembali fungsional. Infrastruktur bangunan dan air turut diverifikasi.