4 EWS Tsunami di Pantai Gunungkidul Rusak, Diperbaiki Bulan Ini
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Direkrtur RSUD Sleman Novita Krisnaeni saat memberikan keterangan pers dalam tahapan pemeriksaan Kesehatan bakal calon bupati dan wakil bupati di RSUD Sleman. Jumat (30/8/2024)
Harianjogja.com, SLEMAN—Pasangan calon Kustini Sri Purnomo-Sukamto dan Harda Kiswaya-Danang Maharsa bakal menjalani pemeriksaan Kesehatan secara maraton selama dua hari. Pemeriksaan ini akan melibatkan 33 tenaga Kesehatan di RSUD Sleman.
Pemeriksaan Kesehatan bagi bakal calon bupati dan wakil bupati ini berlangsung mulai Jumat (30/8/2024) hingga Sabtu (31/8/2024). Di hari pertama, pasangan Kustini-Sukamto menjadi yang hadir paling awal, kemudian disusul Harda Kiswaya-Danang Maharsa.
Sebelum memulai pemeriksaan Kesehatan, kedua pasangan diberikan waktu untuk memberikan keterangan kepada awak media. Mereka pun optimistis bisa lolos tes Kesehatan sehingga bisa maju sebagai calon bupati dan wakil bupati.
Direktur RSUD Sleman, Novita Krisnaeni mengatakan, sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk mendukung kelancaran pemeriksaan bakal calon bupati dan wakil bupati. Total ada 33 tenaga Kesehatan yang disiapkan untuk melakukan pemeriksaan seesuai dengan ketentuan berlaku.
“Ada sekitar 20 dokter spesialis, ada juga psikiater maupun psikolog yang ikut untuk proses pemeriksaan pasangan calon,” kata Novita kepada wartawan, Jumat.
Dia menjelaskan, secara umum pemeriksaan meliputi tiga kategori. Yakni, pemeriksaan Kesehatan jasmani, Rohani serta bebas narkoba.
“Pada saat datang, masing-masing bakal calon juga sudah diambil darah untuk sampel,” katanya.
Novita menambahkan, ada perbedaan jumlah pemeriksaan terhadap calon Perempuan dan laki-laki. Untuk laki-laki hanya menjalani 15 tahapan pemeriksaan, sedangkan Perempuan ada sekitar 18 kali pemeriksaan Kesehatan.
“Macamnya banyak ada MRI, jatung, USG dan lainnya. Selain itu, juga ada tes dengan menjawab 500 pertanyaan,” katanya.
Dikarenakan waktu hanya dua hari, maka pelaksanan pemeriksaan dilakukan secara simultan dan bergantian. “Intinya terus berjalan dan prosesnya bergantian di setiap pemeriksaan,” katanya.
BACA JUGA: KPU Pastikan Berkas Milik Harda dan Kustini untuk Pilkada Sleman 2024 Dinyatakan Lengkap
Recananya hasil pemeriksaan Kesehatan ini akan diserahkan ke KPU pada 4 September 2024. Adapun inti dari tahapan ini untuk memastikan pasangan calon sehat dan dapat menjalankan ketugasannya selama lima tahun ke depan. “Nanti dari rangkaian tes akan dikaji tim hingga ada kesimpulan terkait dengan kondisi masing-masing bakal calon,” katanya.
Bakal Calon Bupati Kustini Sri Purnomo mengatakan, dirinya bersama dengan Bakal Calon Wakil Bupati Sukamto sudah siap menjalani pemeriksaan Kesehatan yang diselengggarakan di RSUD Sleman. tahapan ini merupakan tindaklanjut dari pencalonan dalam pilkada yang dilaksanakan oleh KPU Sleman.
“Alhamdulillah semua sehat dan semoga bisa menjalani pemeriksaan dengan lancar dan hasilnya juga bagus,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Bakal Calon Bupati Harda Kiswaya dan pasangannya Danang Maharsa. Menurut Harda, pemeriksaan Kesehatan sebagai sarana memenuhi persyaratan maju sebagai calon kepala daerah.
“Mudah-mudahan tes Kesehatan dapat berjalan dengan baik dan hasilnya nanti juga baik. Kami yakni bisa lolos untuk melaksanakan tahapan berikutnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Operasi Freeport Indonesia di Grasberg berangsur pulih. Kapasitas produksi PTFI ditargetkan mencapai 80% pada pertengahan 2027.
G7 sepakat melepas 100 juta barel cadangan energi. Trump kemudian membatalkan rencana larangan ekspor solar AS.
Kunjungan wisman ke YIA mencapai 13.876 pada Agustus 2026. Pemda DIY membidik pasar baru dan menjajaki sejumlah rute langsung.
Kapolri Suyudi Ario Seto melantik dan memimpin sertijab 27 perwira tinggi Polri untuk jabatan utama Mabes Polri dan Kapolda.
DPRD Gunungkidul segera membahas tiga Raperda baru tentang rokok, pariwisata, dan jaminan sosial ketenagakerjaan.