Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Stan dan panggung sudah berdiri namun tidak ada panitia di Alun-Alun Selatan, Minggu (6/10/2024)./Istimewa-Polresta Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Polresta Jogja masih mendalami kejadian batalnya event olahraga yang batal terlaksana di Alun-Alun Selatan, Minggu (6/10/2024). Event tersebut sudah dihadiri oleh banyak peserta, tetapi kegiatan tidak terlaksana dan panitia tidak bisa dihubungi.
Kasi Humas Polresta Jogja, AKP Sujarwo, menjelaskan event tersebut dilaksanakan pada Minggu (6/10/2024) pukul 07.00 WIB dengan acara senam, jalansehat dan sepeda gembira dalam rangkat HUT Kota Jogja. “Gagal dilaksanakan Panitia tidak ada yang datang di lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh orang berisinial WAH yang ternyata merupakan PNS dan beralamat di Turi, Sleman. Pihak Polresta Jogja juga sudah mendapat pemberitahuan terkait dengan pelaksanaan kegiatan ini melalui Polsek Kraton. “Dari pukul 06.00 WIB, personel Polsek Kraton sudah melaksanakan pengaman kegiatan sepeda santai, senam masal tersebut sesuai dengan SOP. Adanya kegiatan masyarakat pasti dilakukan pengamanan agar giat masyarakat berjalan aman dan lancar,” ujar dia.
Dari pantauan polisi di lapangan, sudah banyak peserta yang datang ke lokasi untuk mengikuti kegiatan. Selain itu, panggung dan sejumlah stan juga sudah berdiri walau tidak ada isinya. “Kegiatan tersebut berbayar atau komersial dengan harga tiket Rp10.000 sampai Rp25.000 dengan dijanjikan akan diadakan undian hadiah,” katanya.
Setelah ditunggu cukup lama, kegiatan tak kunjung dimulai dan tidak ada panitia yang berada di lokasi. Panitia juga tidak merespons ketika coba dihubungi oleh para peserta dan polisi. “Tindakan yang diambil Polsek Kraton langsung laksanakan pengamanan lokasi untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan,” paparnya.
Polisi juga telah mengambil langkah penyelidikan untuk dapat mengetahui siapa yang bertanggungj awab atas kejadian tersbut. “Apabila di temukan pelanggaran hukum akan di tindak sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.
BACA JUGA: Karnaval Budaya Perayaan HUT Kota Jogja, Pelajar Sekaligus Belajar Pengembangan Karakter
Walau telah mengetahui satu orang penyelenggara event tersebut, hingga saat ini Polresta Jogja masih terus mendalami kasus ini. Terusama dari status penyelenggara yang PNS, akan didalami apakah ada keterlibatan Pemkot Jogja dalam kegiatan ini.
Sementara dari Instagram Story Pemkot Jogja, mereka membantah jika event ini mereka yang menyelenggarakan. “Kami menegaskan bahwa Pemkot Jogja tidak berafiliasi dengan kegiatan tersebut, sehingga dampak yang mungkin timbul dari pelaksanaan kegiatan tersebut di luar tanggung jawab Pemkot Jogja,” tulis mereka.
Pemkot Jogja juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menerima informasi dan memastikan hanya mendakses informasi dari akun resmi. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa keabsahan informasi melalui saluran resmi,” tulisnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Anak sapi berkaki dua lahir di Selopamioro, Imogiri, Bantul. Pemilik harus memerah susu induknya dan memberikannya melalui dot.
Gapura sekaligus TPR Pantai Baru Bantul ditargetkan rampung November 2026, mengusung konsep wisata kuliner seafood dengan ikon udang dan kepiting.
Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 lewat gol Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny.
Polri menangkap buron judi online FP di Thailand dan memulangkannya ke Indonesia. Kasus ini terkait tiga situs dengan transaksi Rp1 triliun.
Changan Nevo Q05 hadir dengan teknologi pintar, fitur keselamatan, motor listrik 120 kW, serta harga mulai Rp339 juta.