Lebih dari 44 Ribu Anak dari Keluarga Miskin Kembali Bersekolah Gratis
Lebih dari 44 ribu anak keluarga miskin kembali sekolah gratis melalui Sekolah Rakyat yang kini menjangkau 182 sekolah.
Manajer Pusdalops BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menyebut dampak kekeringan akibat musim kemarau panjang pada tahun 2024, tidak seperti kekeringan yang melanda daerah ini pada tahun 2023.
"Kalau menurut analisa kami, mudah-mudahan kekeringan tidak seperti tahun lalu, karena saat ini saja sudah di fase musim peralihan dari kemarau ke musim hujan," kata Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah saat dikonfirmasi di Bantul, Rabu, dilansir dari Antara
Dia menjelaskan, salah satu faktor penyebab kekeringan dampak kemarau pada tahun 2023 yang lebih luas dibandingkan dengan tahun 2024 karena fenomena El Nino pada tahun lalu, yang mempengaruhi musim kemarau lebih kering.
"Karena pada tahun 2023, ada El Nino, dan itu cukup mempengaruhi kondisi kemarau saat itu," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, dampak kemarau panjang pada tahun ini, hingga Oktober setidaknya telah berakibat pada masyarakat di delapan kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih, sehingga butuh bantuan droping air dari BPBD Bantul.
BACA JUGA: 2,5 Juta Liter Air Bersih Telah Didistribusikan ke Wilayah Kekeringan di Bantul
Sementara pada tahun 2023, katanya, berdasarkan infografis droping air bersih wilayah Bantul, hingga akhir Desember, masyarakat di sebanyak 11 kecamatan perlu mendapat bantuan distribusi air bersih dari pemerintah.
"Kalau di 2024 sampai Oktober ini droping air masih berlanjut, namun kalau dibandingkan sampai akhir 2023, kemungkinan jauh. Karena saat ini saja, sudah masuk musim peralihan," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, droping air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Bantul masih tetap berlanjut, karena prediksi mulai turun hujan di wilayah DIY termasuk Kabupaten Bantul pada akhir Oktober.
"Kami imbau masyarakat tetap menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi kekeringan, gunakan air bersih secara bijak sesuai kebutuhan yang utama, dan tetap saling sepenanggungan dengan sesama saudara sekitar yang membutuhkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Lebih dari 44 ribu anak keluarga miskin kembali sekolah gratis melalui Sekolah Rakyat yang kini menjangkau 182 sekolah.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.
Real Madrid membalas kritik Javier Tebas dan menyinggung prinsip netralitas. Simak awal perselisihan Tebas dan Los Blancos serta sejarah Madrid.
KAI Daop 6 Jogja membangun jalan baru 394 meter di Stasiun Lempuyangan. Sebanyak 13 rumah perusahaan ditertibkan untuk penataan kawasan.