Keramahan Warga Jateng Sambut Delegasi IVCA 2026 dari 40 Negara
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen sangat terkesan dengan pengalaman bersepeda menyusuri pedesaan di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Masyarakat mengikuti program bedah buku inisiasi DPAD DIY yang digelar di Jogotirto, Berbah, Sleman, Jumat (11/10/2024)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
SLEMAN—Masa emas anak menjadi fase krusial bagi tumbuh kembang anak. Untuk membekali pengetahuan masyarakat tentang fase tersebut, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku di Jogotirto, Berbah, Sleman, Jumat (11/10/2024).
Anggota DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, menuturkan buku yang dibedah bersama warga tidak hanya sekadar berupaya untuk meningkatkan minat baca warga. Anton juga ingin dari buku yang dibahas bersama-sama akan ada pengetahuan atau wawasan baru yang bisa dibawa warga nantinya pasca kegiatan bedah buku.
“Ingin meningkatkan minat baca masyarakat ataupun mempertahankan karena di DIY ini sudah tertinggi tetapi juga ingin ada pesan-pesan yang disampaikan, di dalam bedah buku ada hasilnya,” tuturnya, kemarin.
Di Jogotirto, warga diajak membedah buku berjudul Masa Emas Anak: Menghindari Stunting Dengan Nutrisi Optimal. Anton menilai tema ini sangat relevan untuk dibahas apalagi untuk menciptakan generasi emas, anak perlu asupan gizi yang baik.
Untuk mewujudkan generasi emas, masa emas pertumbuhan anak perlu dioptimalkan agar jangan sampai masa itu terlewat begitu saja. Anton juga menggarisbawahi kadang orang tua lupa memberikan gizi seimbang kepada anak dan justru memberikan makanan berpengawet dengan gizi rendah.
BACA JUGA: Siswa SD di Kota Jogja Jadi Korban Perundungan selama Tiga Tahun
Pustakawan Ahli Muda DPAD DIY, Trilastiti Suryaningtyas, menambahkan dengan adanya bedah buku kali ini, orang tua diharapkan bisa mengerti nutrisi yang baik untuk anak sehingga nantinya anak-anak itu bisa tumbuh optimal.
“Masa emas anak itu kan menentukan nantinya, jadi diharapankan orang tua itu tidak kehilangan masa emas anak dalam menentukan gizi,” ucapnya. Perempuan yang disapa Asti itu juga menambahkan bila wawasan akan nutrisi bisa dipelajari dari buku atau bahan bacaan lain. Bahan bacaan yang kredibel akan meningkatkan potensi tumbuh kembang anak.
“Nutrisi seperti apa yang baik, yang bisa bermanfaat dari anak itu cuma ada di dalam buku dan bisa dipelajari orang tua di rumah dan mendapatkan sumber yang jelas tidak hanya katanya-katanya,” tandasnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen sangat terkesan dengan pengalaman bersepeda menyusuri pedesaan di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Tiket Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik resmi dijual mulai Rp300 ribu dengan kapasitas GBK terbatas.
OpenAI dikabarkan menyiapkan integrasi ChatGPT dan PowerPoint berbasis suara untuk membuat presentasi otomatis lebih cepat.
Rupiah melemah ke Rp17.698 per dolar AS di tengah sikap wait and see investor terhadap sentimen global dan data ekonomi RI.
Ponsel terasa lemot setelah dipakai lama? Ini penyebab utama smartphone melambat dan cara sederhana mengatasinya.
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.