Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL—Untuk menampung sampah pasar terutama limbah sayuran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul menyiapkan tempat penampungan sampah sementara (TPSS) di Angkruksari.
"TPSS di Angkruksari itu baru bisa untuk mengakomodasi sampah pasar, dan sudah beroperasi sejak beberapa waktu sekitar tiga pekan lalu," kata Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi di Bantul, Rabu (16/10/2024).
Menurut dia, TPSS di Angkruksari tersebut diperuntukkan untuk menampung sementara sampah maupun limbah sayuran dari semua pasar tradisional di Bantul, kecuali Pasar Niten yang sudah memiliki sarana pengolahan sampah sendiri dengan sistem intermediate treatment facility (ITF).
"Untuk daya tampung di TPSS Angkruksari per hari sekitar 16 ton, kalau sampahnya sebagian besar sampah pasar, kemudian perkiraan bisa dimanfaatkan sampai akhir November," katanya.
Bambang mengatakan sampah pasar maupun limbah sayuran tersebut hanya ditimbun di TPSS Angkruksari, kemudian ada perlakuan khusus agar bisa seperti semula dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan.
BACA JUGA: Tak Masuk Kabinet Prabowo, Menteri Basuki Pamit
"Di Angkruksari itu hanya penampungan sampah, jadi kita timbun kembali seperti kondisi semula supaya tidak menimbulkan polusi lingkungan. Mungkin ke depan bisa dikembangkan menjadi taman," katanya.
Dia mengatakan sementara untuk sampah yang lain diangkut dengan armada ke tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Dingkikan Kelurahan Argodadi, maupun TPS sistem reduce, reuse dan recycle (3R) yang ada di Tamanan, Banguntapan, dan ITF Pasar Niten.
"Untuk sampah lain kita olah di TPST Dingkikan Argodadi, dengan kapasitas 20 ton per hari, kemudian ITF Pasar Niten sekitar lima ton per hari, sementara di TPS3R Tamanan kapasitas 10 ton per hari," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.