PDI Perjuangan DIY Luncurkan BAIS Yogyakarta untuk Soekarno Cup
DPD PDI Perjuangan DIY meluncurkan BAIS Yogyakarta untuk berlaga di Soekarno Cup 2026 dengan target meraih gelar juara.
Pasangan calon walikota dan wakil walikota Jogja nomor urut 2, Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan
JOGJA - Dokter Hasto Wardoyo, calon Walikota Yogyakarta nomor urut 2 memberikan pesan dalam closing statement dengan gaya khasnya yang mengundang tawa.
Ada penegasan dan pesan utama yang ditebalkan dalam pernyataan penutup pasangan dwi tunggal Hasto Wardoyo-Wawan Harmawan.
"Tadi kita sudah diskusi banyak ingin berikan layanan inklusif difabel, tapi ingat kita itu pamong projo, bukan pangreh projo, sebetulnya tidak hanya melayani masyarakat tapi customer internal, PNS , honorer, P3K perlu diperhatikan," kata dokter Hasto Wardoyo.
Di Kulonprogo dan Gunungkidul, pemerintah daerah beri perhatian. Secara santun, dengan menyentil sikap kepemimpinan yang perlu berikan perhatian kepada pegawai honorer termasuk kader posyandu
"Mohon maaf, kader posyandu selama ini tidak dapat, perlu insentif, hal ini perlu diperhatikan," kata dokter Hasto Wardoyo.
Soal materi debat, dokter Hasto Wardoyo berikan catatan penting dan menjadi komitmen kuat paslon nomor urut 2 tentang pentingnya menjalankan zona integritas mewujudkan pemerintahan bersih bebas korupsi.
Semua tadi bagus, jangan lupa, pemerintah bersih penting sehingga menciptakan zona integritas bebas korupsi. Bersih melayani penting sekali, karena banyak bicara tinggi tinggi tapi ujungnya banyak kepentingan, akhirnya korupsi.
"Jangan lupa dimulai dari bersih bersih birokrasi, pemerintah bersih penting ciptakan zona integritas bebas korupsi," kata Dokter Hasto Wardoyo.
Selain mengucapkan rasa terima kasih kepada warga Yogyakarta atas dukungan dan penerimaan yang luar biasa selama Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan bertegur sapa di pelosok kampung. Di akhir paparan, Wawan Harmawan menutup dengan pantun yang disambut tepuk tangan meriah pendukungnya
"Terima kasih bersama warga Yogyakarta, terasa kenal lama, pernah saya jahit ada kedekatan khusus. Masyarakat juga kreatif, tadi pasangan calon sudah berjanji diingatkan juga apa beda pilkabe dengan pilkada? Pilkabe kalo lupa janji.
pilkada kalau janji lupa," kata Hasto Wardoyo. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPD PDI Perjuangan DIY meluncurkan BAIS Yogyakarta untuk berlaga di Soekarno Cup 2026 dengan target meraih gelar juara.
Kejari Karanganyar melanjutkan penyidikan dugaan korupsi retribusi PKL. Sekitar 20 saksi telah diperiksa dan mantan kepala dinas AM kembali dimintai keterangan.
Persib Bandung mengalahkan Persija Jakarta 2-1 di semifinal Piala Presiden 2026 dan memastikan tiket ke partai final.
Pasien obesitas dengan berat badan hampir 300 kilogram di Sragen meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ICU RSSP Sragen.
BPBD Gunungkidul mencatat bantuan air bersih mencapai 698 tangki atau 3,49 juta liter. Distribusi diperkirakan berlanjut hingga musim kemarau berakhir.
KH Marsudi Syuhud menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 setelah mendapat dukungan dari PWNU dan PCNU.