Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Taman wisata Kaliurang. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perhubungan Sleman akan memastikan kesiapan jalur alternatif dan sarana-prasarana lalu lintas dalam menghadapi libur natal dan tahun baru (nataru). Untuk rekayasa lalu lintas masih menunggu arahan dari kepolisian.
Kabid Angkutan Dan Keselamatan Dinas Perhubungan Sleman, Marjana, menjelaskan untuk manajemen lalu lintas nataru lebih detail sebenarnya baru akan dirapatkan dengan Polda DIY dan pihak-pihak terkait lainnya minggu depan.
BACA JUGA: Antisipasi Jalan Berlubang saat libur Nataru, DPUPKP Bantul Siapkan Satgas Penambal Jalan
Namun secara umum rencana penggunaan jalur alternatif masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. “Rencana nanti ada posko di Prambanan, di Ambarukmo Plaza dan di Denggung atau Tempel. Kemungkinan itu,” katanya, Jumat (6/12/2024).
Beberapa jalur alternatif yang disediakan diantaranya dari sisi utara, Tempel ke timur sampai Prambanan. Dari sisi timur, Prambanan ke selatan sampai Piyungan. Karena libur nataru kali ini berdekatan dengan bulan Ramadan dan lebaran, menurutnya tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.
“Karena nataru tidak seperti lebaran. Kalau lebaran lebih ramai. Nataru nanti juga berdekatan dengan lebaran juga. Mungkin ya lalu lintas prediksinya masih tinggi, tapi karena dekat dengan lebaran kemungkinan tidak seperti tahun lalu,” paparnya.
Kemudian untuk kesiapan sarana-prasarana lalu lintas, menurutnya sudah cukup memadahi. “Untuk yang lampu-lampu baik traffic maupun yang lain hidup semua. Cuma di rapat minggu depan dengan instansi terkait akan diketahui bagaimana kondisi di jalan provinsi dan jalan nasional,” kata dia.
Untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) terutama yang menjadi kewenangan Pemkab Sleman, ia memastikan sudah dalam kondisi bagus karena rutin dicek. “Kami ada tiga shift yang dilaksanakan tim PJU, baik pemeriksaan, penggantian dan survey,” ungkapnya.
Sedangkan pada rambu penunjuka jalan di jalur alternatif akan dipasang mendekati libur nataru. “Rambu untuk menunjukkan jalur alternatif di jalan Kabupaten. Itu rambu yang sifatnya sementara. Kalau rambu yang permanen sudah oke,” katanya.
Lalu untuk rekayasa lalu lintas, pihaknya masih menunggu dan mengikuti arahan dari Polresta Sleman. “Kalau rekayasa lalu lintas belum, itu nanti Polresta yang menentukan, kami koordinasi ke Polresta,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Kemenhut menangani kebakaran hutan lewat OMC, penegakan hukum hingga rehabilitasi lahan. Kebakaran juga meningkat di DIY.
Harga BBM dan material konstruksi naik akibat minyak dunia tembus US$100. AKI mendesak pemerintah menerapkan eskalasi nilai kontrak.
DPRD Bantul menyoroti pembakaran sampah liar di Pleret yang mengganggu warga. Dewan meminta kesepakatan pemindahan dipatuhi.
Monyet dari Suaka Margasatwa Sermo mulai masuk permukiman Hargowilis. Warga khawatir satwa kesulitan mendapat pakan alami.
Pansus Papua DPD RI merekomendasikan evaluasi pendekatan keamanan di Maybrat agar warga tetap aman dan leluasa beraktivitas.