Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Wisatawan sedang menikmati pemandangan Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul mencatat kunjungan wisata selama libur Natal dan Tahun Baru sebanyak 151.0955 orang. Berkat kunjungan ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi wisata bertambah sebanyak Rp1,48 miliar.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana mengatakan, mematok target kunjungan wisata selama libur natal dan tahun baru sebanyak 101 ribu pengunjung. Berdasarkan perhitungan dari 21-31 Desember 2024, tercatat kunjungan wisata di destinasi Gunungkidul mencapai 151.095 pengujung.
“Target libur Natal dan Tahun Baru bisa terlampaui karena destinasi wisata Gunungkidul ramai dipadati pengunjung,” katanya, Rabu (1/1/2025).
Dia menjelaskan, pengunjung di kawasan Pantai masih paling banyak. Pantai-pantai yang ramai pengunjung di antaranya Ngrumput, Drini, Sadranan hingga Sundak.
“Untuk destinasi lain seperti Goa Pindul, Air Terjun Sri Getuk dan Nglanggeran juga sama, tapi jumlahnya tidak sebanyak pengunjung di kawasan Pantai,” ungkapnya.
Target pengujung yang terlampaui juga berdampak terhadap PAD dari retribusi masuk wisata. pada awalnya, target pemasukan yang dipatok sebesar Rp1,2 miliar, namun dalam realisasinya PAD yang diperoleh mencapai Rp1,48 miliar.
BACA JUGA: Kaliurang Diserbu Wisatawan di Tahun Baru, Antrean Mengular
“Memang kunjungan wisata ada lonjakan sehingga target libur Natal dan Tahun Baru bisa terlampaui,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, di malam pergantian tahun baru di kawasan Pantai ramai dipadati pengunjung. Meski demikian, dari sisi jumlah lebih sedikit ketimbang kunjungan yang sama di 2023.
Sub Koordinasi Obyek dan Daya Tarik Wisata, Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Aris Sugiyantoro mengatakan malam pergantian tahun di Pantai Gunungkidul relatif sepi dibandingkan pelaksanaan di tahun sebelumnya. Hujan yang mengguyur Selasa (31/12/2024) diduga menjadi salah satu penyebab kunjungan kurang optimal.
Ia mencatat, sepanjang malam pergantian tahun ada kunjungan sekitar 10.000 orang. Lebih dari 50% pengunjung datang ke kawasan barat seperti Bukit Paralayang, Watu Gupit; Obelix Se View; Watu Paris dan Soka Bukit Senja. “Tahun lalu kurang lebih ada pengunjung saat malam pergantian tahun sekitar 15.000 orang,” katanya.
Aris menambahkan, sepinya kunjungan juga tidak lepas adanya berbagai event di Masyarakat yang menyelenggarakan kegiatan bersama menyambut tahun baru.
“Di lingkungan Masyarakat ada kegiatan perayaan tahun baru, jadi ini juga ikut berpengaruh terhadap jumlah kunjungan ke Pantai,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.