Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Penjabat Wali Kota Jogja, Sugeng Purwanto dan jajaran Dinas Peradagangan Kota Yogyakarta serta BPPW PUPR DIY saat meninjau pembangunan revitalisasi Pasar Terban./ Ist - Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan revitalisasi bangunan Pasar Terban bisa selesai sesuai perencanaan dan ditarget selssai tahun ini.
Kepala BPPW PUPR DIY, Jonny Zainuri Echsan mengatakan realisasi pekerjaan pembangunan Pasar Terban mencapai sekitar 44 persen. Pembangunan renovasi Pasar Terban menggunakan APBN dengan nilai kontrak sekitar Rp55,9 miliar dan pekerjaan manajemen konstruksi sekitar Rp1,6 miliar.
"Pekerjaan dilaksanakan multiyears dimulai 18 September dan selesai 14 Juli 2025. Pekerjaan pembangunan revitalisasi Pasar Terban dibangun dengan bangunan tiga lantai dan kini realisasinya sudah mencapai sekitar 44 persen," katanya saat meninjau Pasar Terban, Jumat pekan lalu, dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.
Dalam proses perencanaan revitalisasi, kata Jonny, pihaknya koordinasi dengan teman-teman di kota. Pihaknya menyadari Pasar Terban ini memiliki historis dan kekhususan di pasar unggas dan berdekatan kawasan heritage sumbu filosofi.
"Itu juga menjadi salah satu perhatian kami supaya pasar ini terbangun tidak hanya termodernisasi, tapi juga tidak meninggalkan values (nilai-nilai) pasar itu sendiri dan sejarahnya," jelasnya.
Revitalisasi Pasar Terban dibangun dengan bangunan 3 lantai dan konsep bangunan hijau ramah lingkungan. Bangunan Pasar Terban akan mengadopsi konsep bangunan Jawa Yogyakarta. Jonny menyatakan Pasar Terban dibangun dengan bangunan modern tapi tetap mengadopsi arsitektur Jawa.
BACA JUGA: GIPI DIY Sebut Pengetatan Anggaran Berdampak pada Promosi Wisata
Pasar Terban juga akan dilengkapi dengan fasilitas khusus pemotongan ayam dan pengolahan limbah agar terkelola dengan baik.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani menyampaikan sejak awal rencana revitalisasi Pasar Terban sebagai pasar ayam yang higienis ke Kementerian PUPR. Rencananya setelah Pasar Terban direvitalisasi, lantai bawah untuk kegiatan pasar rakyat dan unggas ayam hidup yang sudah ada selama ini. Lantai dua untuk penempatan pedagang kaki lima dari hasil penataan kota khususnya di Kemantren Gondokusuman. Pada lantai tiga untuk meeting point, food court dan lain-lain. Total selama ini ada sekitar 450 pedagang di Pasar Terban.
“Pasar Terban ini brandingnya pasar ayam kita pertahankan. Pasar ayam, mulai dari ayam hidup, mati sampai matang. Dari Pemkot Yogyakarta sudah mempersiapkan bukan hanya dari sisi higienis dan keamanan, tapi juga kehalalannya. Kami akan melatih juru sembelih (unggas) untuk dilatih dari Baznas,” katanya.
Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sugeng Purwanto mengatakan, sebelumnya bangunan Pasar Terban sebagai pasar unggas kondisinya kumuh dan tidak higienis. Dengan pembangunan revitalisasi Pasar Terban yang dibantu pemerintah pusat, diharapkan selain pedagang tertata, tentunya wilayah menjadi lebih tertata. Apalagi lokasi Pasar Terban dekat kawasan sumbu filosofi sehingga harus disesuaikan dengan marwah itu.
“Para pedagang bisa berdagang lagi di sini. Fasilitasnya besok lebih bagus dan tertata, lebih humanis dan higienis. Dari tata kota juga kita sinergikan dengan sumbu filosofi dan lainnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Truk bermuatan semen terguling di Ring Road Selatan Bantul usai diduga gagal menyalip. Arus lalu lintas sempat terganggu sebelum kembali normal.
Presiden Prabowo memanggil Jaksa Agung, Kapolri, dan Menhan untuk menerima laporan serta menjaga stabilitas di tengah perkembangan kasus hukum.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 pada klaster Ekonomi Berkelanjutan dan Kebudayaan
Pakar UMY menegaskan PPN 11% Strava bukan pajak olahraga, melainkan dikenakan pada layanan premium aplikasi digital berbayar.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya membangun bisnis berbasis nilai dan kepercayaan dalam era ekonomi modern.