Korban Tewas Akibat Gempa M7,7 NTT Bertambah Jadi 14 Orang
BNPB mencatat 14 orang meninggal akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 2.000 warga mengungsi dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Kantor BPBD Bantul./ Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BBD) Kabupaten Bantul siaga 24 jam menghadapi potensi cauca ekstrem saat libur Lebaran 2025 ini.
"Selama menghadapi potensi cuaca ekstrem, BPBD Bantul selalu siap dengan Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) selama 24 jam selaku penerima informasi kejadian," kata Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol saat dikonfirmasi di Bantul, Rabu.
Menurut dia, selain itu tim reaksi cepat (TRC) yang ada di masing masing wilayah siap untuk melakukan asesmen dan ikut juga penanganan ketika dilaporkan terjadi kejadian bencana dampak cuaca ekstrem.
"Kita juga ada enam pos sektor pemadam kebakaran dan penyelamatan (damkarmat) serta satu pos induk yang berkolaborasi dengan 75 kelurahan serta forum pengurangan resiko bencana (FPRB)," katanya.
Antoni mengatakan kejadian yang perlu diwaspadai dampak cuaca ekstrem adalah adanya angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang, kemudian hujan deras yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor.
BACA JUGA: Satker PJN Antisipasi Luapan Lumpur di JJLS Kelok 23 Bantul Selama Libur Lebaran 2025
"Semua wilayah di Bantul perlu mewaspadai adanya potensi dampak banjir, longsor dan angin kencang. Untuk longsor dan banjir perlu diwaspadai di wilayah Pundong, Imogiri, Piyungan maupun Dlingo," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk kekuatan personel dari BPBD Bantul seluruhnya sebanyak 180-an orang, semua personel tersebut disiagakan menghadapi potensi cuaca ekstrem selama bulan puasa hingga libur Lebaran 2025.
"Untuk personel seperti yang saya sampaikan kami 'standby' 24 jam di pos kami masing-masing, serta dibantu pos pos pantau yang didirikan oleh masyarakat," katanya.
BPBD Bantul juga berharap masyarakat agar selalu memperhatikan update prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terutama di daerah selatan tentang kapan tingginya gelombang air laut.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BNPB mencatat 14 orang meninggal akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 2.000 warga mengungsi dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Kemkomdigi meminta Google dan Apple menghapus aplikasi Hornet dari Play Store dan App Store di Indonesia karena persoalan kepatuhan aturan PSE dan aduan masyara
Google menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menghapus watermark pada gambar, video, dan musik hasil kreasi AI Gemini.
Korban gempa M7,7 di Nagekeo, NTT bertambah menjadi 38 jiwa. Ribuan warga mengungsi, bandara, pelabuhan, dan fasilitas kesehatan terdampak.
Gempa M7,7 di Flores, NTT, menyebabkan 200 BTS mengalami gangguan di 10 kabupaten/kota. Komdigi bersama operator seluler melakukan pemulihan jaringan.
Menganggur bukan berarti keuangan harus berantakan. Simak 8 cara menghemat pengeluaran agar uang bertahan lebih lama saat belum memiliki pemasukan.