Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
FOTO: Suasana pengawasan bahan pangan oleh Pemkab Kulonprogo di Pasar Wates untuk memastikan keamanan konsumsi masyarakat, Rabu (19/3/2025).
Harianjogja.com, KULONPROGO–Pemkab Kulonprogo melakukan pengawasan bahan pangan terhadap dua pasar di wilayahnya pada Rabu (19/3/2025). Hasilnya ditemukan 40 kilogram daging sapi tak layak konsumsi dan bumbu dapur hingga minuman kemasan yang kadaluarsa.
Pengawasan itu dilakukan di Pasar Wates dan Pasar Bendungan, Kapanewon Wates. Tim terpadu yang melakukannya adalah Satpol PP Kulonprogo, Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Pangan sampai Dinas Kelautan dan Perikanan.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kulonprogo, Agus Suprihanta menrinci temuan daging tak layak konsumsi itu sebanyak 10 kilogram iga sapi dari Pasar Bendungan dan 30 kilogram hati sapi dari Pasar Wates. Temuan itu sudah diperiksa terlebih dahulu dari dinas terkait yang membawa alat untuk mengujinya.
Agus menyebut secara kasat mata untuk 10 kilogram iga sapi yang dinyatakan tak layak konsumsi terlihat membusuk dan mengeluarkan bau. Sementara untuk 30 kilogram hati sapi terdapat bakteri yang bisa mengancam kesehatan.
Temuan 40 kilogram daging sapi tak layak konsumsi itu sudah ditarik dalam peredaran dan disita Satpol PP Kulonprogo. “Pedagang yang menjualnya juga kami edukasi dan menandatangani surat perjanjian tidak mengulangi hal itu, dagingnya kami sita,” terangnya.
Selain daging sapi tak laik konsumsi, jelas Agus, tim pengawas juga menemukan sejumlah bumbu dapur instan dan minuman dalam kemasan yang kadaluarsa. “Jenisnya bermacam-macam ini juga kami sita untuk dimusnahkan,” ungkapnya.
Hasil pemeriksaan bahan pangan lainnya, lanjut Agus, menemukan cumi dan ikan asin yang mengandung formalin. “Seluruh hasil temuan sudah kami sita, masyarakat tidak perlu khawatir ini bagian untuk memastikan keamanan bersama,” jelasnya.
Pengawasan bahan pangan ini merupakan kegiatan rutin, menurut Agus, yang bulan sebelumnya dilakukan di Pasar Jagalan, Kapanewon Kalibawang. “Minggu depan rencananya akan kami lakukan lagi di sejumlah pasar di Kapanewon Samigaluh,” tuturnya.
Momen Ramadan menjelang lebaran, sambung Agus, perlu pengawasan bersama atas bahan pangan yang beredar. “Masyarakat perlu lebih jeli agar terhindar dari yang tidak layak konsumsi, untuk pedagang kami terus mengimbau agar lebih teliti dan jangan menjual bahan makanan yang tidak layak,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
KPK mengawasi program Makan Bergizi Gratis agar bebas korupsi. Anggaran MBG 2026 mencapai Rp268 triliun dan jadi sorotan.
Kemeriahan Laki Code kemudian ditutup dengan special performance dari DJ Paws dan Los Pakualamos yang memukau dari panggung utama
UII mengecam penangkapan relawan dan jurnalis dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, termasuk alumnus UII asal Indonesia.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.