Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto Jepang, Lebih dari 50 Orang Terluka
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
Petir - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada periode 24 hingga 26 Maret 2025.
"Masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada periode tiga hari ke depan," kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono, Minggu (23/3/2025).
Kondisi tersebut, kata Warjono, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, maupun sambaran petir.
Dia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, terdapat sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah DIY.
Suhu muka laut di sekitar perairan Jawa, baik dalam skala harian maupun mingguan, menurut dia, terpantau relatif hangat.
Selain itu, terdeteksi bibit siklon tropis 92S di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat serta pusat tekanan rendah di sebelah barat daya Pulau Jawa, serta pola belokan angin (shearline) juga terpantau di barat laut Pulau Jawa.
Warjono menyebutkan, kelembaban udara di wilayah DIY pada lapisan 850 - 500 mb berada pada kisaran 60 hingga 95 persen.
Sementara itu, labilitas atmosfer menunjukkan kategori sedang hingga kuat, yang mengindikasikan potensi pembentukan awan konvektif dalam skala lokal.
Karena itu, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi di Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul, dengan variasi wilayah terdampak yang berbeda pada masing-masing hari.
BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta merinci pada 24 Maret 2025, hujan sedang-lebat berpotensi terjadi di Kota Jogja, Sleman, Kulonprogo bagian utara, Bantul bagian selatan-utara, dan Gunungkidul bagian tengah-selatan.
Berikutnya pada 25 Maret 2025, potensi serupa di Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian utara-tengah, Kulonprogo bagian selatan, dan Gunungkidul bagian tengah-selatan.
Kemudian pada 26 Maret 2025 potensi terjadi di Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian selatan, Kulonprogo bagian tengah-selatan, dan Gunungkidul bagian tengah-selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.