Mahasiswa Asing Terpukau dengan Naskah Kuno Jogja
Mahasiswa asing UGM melihat koleksi naskah kuno DPAD DIY, termasuk manuskrip 1816 beraksara Jawa dan berbahasa Belanda.
Kegitan Fun walk Dies Natalis 30 STTKD Yogyakarta pada Minggu (27/4/2025)/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL---Sebanyak 1.500 orang terdiri dari civitas akademika Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta dan warga Bangunharjo mengikuti Fun Walk Dies Natalis ke-30 STTKD Yogyakarta, pada Minggu (27/4/2025).
Selain sebagai rangkaian Dies Natalis ke-30 STTKD Yogyakarta, kegiatan tersebut juga digelar sebagai upaya mendekatkan antara civitas akademika STTKD Yogyakarta dengan masyarakat Bangunharjo.
Ketua Panitia Fun Walk Dies Natalis ke-30 STTKD Yogyakarta Yunus Purnama mengatakan, selain civitas akademika STTKD Yogyakarta dan masyarakat Bangunharjo, kegiatan tersebut juga diikuti oleh para alumni STTKD Yogyakarta.
"Untuk puncak peringatan dari Dies Natalis ke-30 STTKD akan digelar pada Selasa (29/4/2025). Ada tumpengan dan doa bersama, acara fun walk ini merupakan rangkaian kedua, sebelumnya kami juga telah ziarah ke pendiri STKD ke Taman Makam Pahlawan," katanya.
Mengenai tujuan fun walk, Yunus mengaku sebagai upaya mempererat hubungan antara warga Bangunharjo dan civitas akademika STTKD Yogyakarta. "Harapannya kita bisa bersinergi bersama seluruh elemen civitas akademika supaya kita bisa meraih visi misi kita bersama-sama," lanjutnya.
Ketua STTKD Yogyakarta Erwhin Irmawan mengungkapkan, pihaknya optimistis kampusnya akan siap bersaing dengan kampus lain. Apalagi, STTKD Yogyakarta saat ini telah berusia 30 tahun.
"Dengan mengangkat tema berinovasi dan bekerja cerdas untuk STTD lebih Unggul, kami berharap setelah kita eksis selama 30 tahun ini ke depan, kita akan lebih mencapai akreditasi unggul," harapnya.
Selain itu, dengan melihat kondisi dari dunia eksternal, yakni dunia aviasi, Erwhin menyatakan ada perkembangan signifikan usai pandemi Covid-19. "Kami melihat perkembangannya mulai membaik. Maka kami optimistis bisa bersama-sama berkembang menyiapkan SDM di bidang kedirgantaraan sesuai dengan apa yang menjadi bidang STTKD yaitu sebagai pendidikan tinggi," jelasnya.
Terkait rencana kedepan, Erwhin menyatakan, STTKD berencana akan menambah program studi. Namun, Erwhin masih enggan membocorkan program studi yang direncanakan dibuka. Sebab, sebagai wujud permintaan dari beberapa stakeholder eksternal dan juga STTKD selalu mengikuti perkembangan zaman.
STTKD sendiri saat ini memiliki 8 program studi, yakni S1 Teknik Dirgantara, S1 Teknik Elektro, S1 Rekayasa Mesin, Diploma 4 Manajemen Transportasi Udara, D3 Manajemen Transportasi, D3 Aeronautika, D1 Pramugara Pramugari dan juga D1 Ground Handling.
"Dilihat dari serapannya, Alhamdulillah cukup baik. Sekitar 2 minggu yang lalu, 10 lulusan kami berhasil diterima oleh PT KAI. Bahkan ada taruna-taruni yang masih aktif tapi tingkat akhir itu sudah keterima kerja di sana. Ada juga yang direkrut oleh Lion Group," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa asing UGM melihat koleksi naskah kuno DPAD DIY, termasuk manuskrip 1816 beraksara Jawa dan berbahasa Belanda.
Keppres pelunasan biaya haji 2027 ditargetkan terbit pekan ini. Rata-rata calon jemaah perlu menyiapkan dana sekitar Rp23 juta.
Anggota DPR RI Fraksi Golkar dari Dapil DIY, Gandung Pardiman, meninggal dunia di RS Panti Rapih pada Selasa pagi dan dimakamkan di Ponjong.
IHSG diproyeksi bergerak sideways di kisaran 5.280-5.450 saat investor menanti keputusan The Fed dan mencermati pelemahan rupiah.
Dua putra Menteri Haji dan Umrah mengundurkan diri dari jabatan tenaga ahli setelah penunjukan mereka menuai pro dan kontra di masyarakat.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Selasa (27/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis