Omzet UMKM Sleman Tembus Rp3,39 Triliun, Ngaglik Teratas
Omzet UMKM di Kabupaten Sleman mencapai Rp3,39 triliun. Lebih dari separuh omzet terkonsentrasi di lima kapanewon, dengan Ngaglik menjadi penyumbang terbesar.
Ilustrasi-Anak-anak mengisi waktu libur sekolah dengan bermain di Sungai Kali Kuning Jembatan Yapah, Karanglo, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman,/Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa cemaran bakteri e-coli di sebelas sungai yang ada di Bumi Sembada melebihi ambang batas. Ada sejumlah faktor penyebab tingginya cemaran e-coli di Sleman, salah satunya adalah limbah domestik yang tidak diolah.
Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Sleman, Sri Restuti Nur Hidayah, mengatakan faktor lain yang menurunkan skor IKA adalah limbah pertanian, peternakan, dan perikanan yang tidak diolah. Adapun target nilai IKA di Kabupaten Sleman 2024 sebesar 41,5. Capaian IKA 2024 sebesar 41,64.
“Secara umum, semua titik ada cemaran bakteri e-coli dan melebihi ambang batas,” kata Restuti ditemui di kantornya Senin (3/6).
Restuti mengaku limbah domestik rumah tangga di sepanjang sungai masih banyak yang langsung dibuang ke sungai, begitupun dengan penggunaan pupuk organik/ kotoran hewan yang berpotensi melimpas ke aliran sungai. Limpasan pupuk tersebut ikut membawa e-coli sehingga mencemari air sungai.
Ketua Tim Kerja Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Lingkungan Hidup DLH Sleman, Sasikirana Dian Ekowati Sutarno, mengatakan pihaknya hanya melakukan pengujian kualitas air permukaan di sebelas sungai yang berhulu di Kabupaten Sleman. Namun, DLH Sleman juga melakukan pengambilan contoh uji kualitas air embung yang semuanya peruntukannya hanya sebagai irigasi.
Pengambilan sampel air sungai dilakukan tiga periode dalam satu tahun. Musim penghujan, peralihan, dan kemarau di yang mewakili bagian hulu, tengah, dan hilir. Total ada 60 titik dari sebelas sungai.
BACA JUGA: UGM Bekukan Status Mahasiswa Christiano Tarigan, Tersangka Penabrak Argo hingga Tewas
Perhitungan IKA pada IKLH tidak hanya dari pengujian yang dilakukan oleh DLH Sleman, namun juga dari Kementerian Lingkungan Hidup dan DLHK DIY. Salah satunya mengambil contoh uji air dari Sungai Belik.
“Kami tidak ambil sampel air di situ. Sungai Belik hanya sedikit yang berada di wilayah Kabupaten Sleman sehingga dilakukan oleh DLHK DIY, yang mana dari hasil uji nya tidak baik, sehingga nilai Indeks Kualitas Air kami jadi buruk juga,” kata Sasikirana.
Adapun IKA Sleman 2023 yaitu 41,31. Dari sebelas sungai di Kabupaten Sleman, air yang berada dalam keadaan memenuhi baku mutu ada sepuluh titik (10%), cemar ringan 41 titik (41%), cemar sedang 43 titik (43%), dan cemar berat lima titik (5%).
Nilai tersebut tidak mencapai target IKA 2023 yang tertuang dalam RPJMD yaitu sebesar 42,0. Jika dibandingkan dengan capaian IKA 2022 yaitu sebesar 43,54 maka angka IKA 2023 mengalami penurunan.
Melalui Laporan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Sleman 2023, dinyatakan bahwa tingkat pencemaran dari hulu sampai ke hilir mengalami peningkatan atau kualitas airnya menurun.
Pemanfaatan aliran air untuk pembuangan air limbah tanpa diolah/ tidak memenuhi baku mutu disinyalir menjadi salah satu faktor penurunan kualitas air sungai. Ada pola kecenderungan semakin padat perumahan atau kegiatan perdagangan dan jasa dari arah hulu ke hilir dengan pemanfaatan air yang lebih intensif untuk kegiatan domestik di daerah hilir. Sedangkan di daerah hulu permukiman cenderung lebih jarang dan pemanfaatan air untuk pertanian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet UMKM di Kabupaten Sleman mencapai Rp3,39 triliun. Lebih dari separuh omzet terkonsentrasi di lima kapanewon, dengan Ngaglik menjadi penyumbang terbesar.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam
Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap II pada 17 Agustus 2026. Sebanyak 33,24 juta keluarga akan menerima 30 kg beras untuk alokasi tiga bulan