RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Beras cadangan pangan pemerintah daerah Pemkot Jogja./Ist-Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Kota Jogja akan mengalihkan pengelolaan beras cadangan pangan pemerintah daerah dari PT. Taru Martani ke Foodstation di XT-Square yang dikelola oleh PT Jogjatama Vishesha.
PT Taru Martani merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemda DIY. Sementara PT. Jogjatama Vishesha merupakan BUMD milik Pemkot Jogja.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sukidi mengatakan beras cadangan pangan Pemkot Jogja selama ini dikelola oleh Taru Martani. Mulai Juni 2025, PT. Jogjatama Vishesha menghadirkan Foodstation pusat kulakan bahan pangan Jogja Setia di XT Square.
Selain menyediakan komoditas sembako, Foodstation itu juga dikonsep mengelola cadangan pangan Pemkot Jogja.
"Karena masih ada tempat, pihak Jogjatama menawarkan pengelolaan cadangan pangan pemerintah daerah. Jadi kami akan mengalihkan pengelolaan cadangan pangan dari Taru Martani ke Jogjatama Vishesha," kata Sukidi saat dikonfirmasi Senin (7/7/2025) dikutip dari laman Pemkot Jogja.
Dia menyatakan saat ini proses administrasi perpindahan pengelolaan cadangan beras dari Taru Martani ke Jogjatama Vishesha masih dalam proses. Termasuk perjanjian kerja sama antara Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja dengan Jogjatama Vishesha terkait pengelolaan cadangan beras juga dalam proses yang melibatkan Bagian Perekonomian dan Kerjasama serta Bagian Hukum Pemkot Jogha.
BACA JUGA: Rencana Pemkot Jogja Batasi Bus Masuk Malioboro, Begini Respons Pengelola Hotel
"Pemindahan atau pengalihan beras cadangan pangan pemerintah daerah setelah administratifnya selesai," ujarnya.
Sukidi menegaskan beras cadangan pangan Pemkot Jogja yang akan dikelola BUMD harus siap sedia jika dibutuhkan.
Cadangan pangan beras itu dikeluarkan saat keadaan darurat. Misalnya terjadi gempa dan musibah. Dengan cadangan beras yang dikelola, maka cadangan pangan Pemkot Yogyakarta kondisinya akan baru.
"Beras itu stanby ada terus. Yang jelas beras harus dalam keadaan siap, kalau kami nanti kapan pun kita butuhkan," papar Sukidi.
Dia menyebut jumlah beras cadangan pangan pemerintah daerah Kota Jogja saat ini sebanyak 65,08 ton. Jenis beras untuk cadangan pangan tersebut adalah beras medium.
Sukidi menjelaskan mengacu aturan yang lama dipersyaratkan cadangan beras Pemkot Jogja minimal 120 ton. Namun dengan peraturan dari Badan Pangan Nasional yang baru dan Instruksi Gubernur cadangan beras Pemkot Jogja 47 ton, sehingga cadangan pangan di Kota Jogja sementara cukup.
Pelaksana Tugas Pengurusan PT Jogjatama Vishesha, Dedi Budiono menyampaikan pembukaan Foodstation Jogja Setia di XT Square adalah kerja sama antara PT Jogjatama Vishesa dan PT Setia Sejahtera Sedaya. Foodstation Jogja Setia mengusung sebagai grosir atau pusat distribusi utama sembako di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.
Pemkab Temanggung merintis program SMP negeri gratis mulai 2027 dengan bantuan Rp300 ribu per siswa sebagai langkah menuju pendidikan gratis.
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.