Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Beras cadangan pangan pemerintah daerah Pemkot Jogja./Ist-Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Kota Jogja akan mengalihkan pengelolaan beras cadangan pangan pemerintah daerah dari PT. Taru Martani ke Foodstation di XT-Square yang dikelola oleh PT Jogjatama Vishesha.
PT Taru Martani merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemda DIY. Sementara PT. Jogjatama Vishesha merupakan BUMD milik Pemkot Jogja.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sukidi mengatakan beras cadangan pangan Pemkot Jogja selama ini dikelola oleh Taru Martani. Mulai Juni 2025, PT. Jogjatama Vishesha menghadirkan Foodstation pusat kulakan bahan pangan Jogja Setia di XT Square.
Selain menyediakan komoditas sembako, Foodstation itu juga dikonsep mengelola cadangan pangan Pemkot Jogja.
"Karena masih ada tempat, pihak Jogjatama menawarkan pengelolaan cadangan pangan pemerintah daerah. Jadi kami akan mengalihkan pengelolaan cadangan pangan dari Taru Martani ke Jogjatama Vishesha," kata Sukidi saat dikonfirmasi Senin (7/7/2025) dikutip dari laman Pemkot Jogja.
Dia menyatakan saat ini proses administrasi perpindahan pengelolaan cadangan beras dari Taru Martani ke Jogjatama Vishesha masih dalam proses. Termasuk perjanjian kerja sama antara Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja dengan Jogjatama Vishesha terkait pengelolaan cadangan beras juga dalam proses yang melibatkan Bagian Perekonomian dan Kerjasama serta Bagian Hukum Pemkot Jogha.
BACA JUGA: Rencana Pemkot Jogja Batasi Bus Masuk Malioboro, Begini Respons Pengelola Hotel
"Pemindahan atau pengalihan beras cadangan pangan pemerintah daerah setelah administratifnya selesai," ujarnya.
Sukidi menegaskan beras cadangan pangan Pemkot Jogja yang akan dikelola BUMD harus siap sedia jika dibutuhkan.
Cadangan pangan beras itu dikeluarkan saat keadaan darurat. Misalnya terjadi gempa dan musibah. Dengan cadangan beras yang dikelola, maka cadangan pangan Pemkot Yogyakarta kondisinya akan baru.
"Beras itu stanby ada terus. Yang jelas beras harus dalam keadaan siap, kalau kami nanti kapan pun kita butuhkan," papar Sukidi.
Dia menyebut jumlah beras cadangan pangan pemerintah daerah Kota Jogja saat ini sebanyak 65,08 ton. Jenis beras untuk cadangan pangan tersebut adalah beras medium.
Sukidi menjelaskan mengacu aturan yang lama dipersyaratkan cadangan beras Pemkot Jogja minimal 120 ton. Namun dengan peraturan dari Badan Pangan Nasional yang baru dan Instruksi Gubernur cadangan beras Pemkot Jogja 47 ton, sehingga cadangan pangan di Kota Jogja sementara cukup.
Pelaksana Tugas Pengurusan PT Jogjatama Vishesha, Dedi Budiono menyampaikan pembukaan Foodstation Jogja Setia di XT Square adalah kerja sama antara PT Jogjatama Vishesa dan PT Setia Sejahtera Sedaya. Foodstation Jogja Setia mengusung sebagai grosir atau pusat distribusi utama sembako di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas
MK cabut larangan penggunaan lambang Garuda Pancasila di luar ketentuan UU. Masyarakat kini bebas memakai Garuda di kaus, topi, hingga atribut lainnya tanpa san