MBG Ditolak di Bantul, Warga Soroti Keracunan hingga Anggaran
Doa bersama di YASANTI Bantul menjadi ruang penolakan MBG. Kelompok masyarakat menyoroti keracunan, anggaran, dan desain kebijakan.
Mobil Nissan penyebab kecelakaan beruntun yang digunakan oleh SU. Dok Polres Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Anggota Kodim Bantul terlibat kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan serta seorang pejalan kaki di Jalan Parangtritis Km 24, Kretek, Bantul, Kamis (17/7/2025). Seorang korban, Yuli, akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit.
Dandim Bantul 0729 Letkol Inf Muhidin membenarkan bahwa pelaku berinisial S merupakan anggotanya. Saat ini, katanya, Serda S sudah menyambangi rumah duka dan siap bertanggung jawab atas perbuatannya.
"Terkait kejadian kecelakaan lalu lintas di Parangtritis pada Kamis lalu, anggota kami yang menabrak siap bertanggung jawab dan kami sepakat menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan dengan korban yang meninggal," kata Muhidin kepada awak media, Selasa (22/7/2025).
"Saat ini anggota kami yang bersangkutan sudah kami serahkan kepada Denpom Yogyakarta (Detasemen Polisi Militer) untuk diproses lewat jalur hukum," kata Muhidin.
Muhidin menceritakan pada hari kejadian, Serda S diketahui hendak melakukan upacara dan buru-buru. Dalam keadaan itu, Serda diduga tidak fokus sehingga terjadilah kecelakaan tersebut.
"Jadi setiap tanggal 17 itu kita upacara, Serda S teburu-buru dan akhirnya menabrak itu. Jam 7 pagi itu harus sudah baris dan setengah itu harus sudah di lokasi. Kalau dia (Serda S) mabuk tidak mungkin, karena kita hendak upacara," katanya.
"Ini lah kesalahan anggota kami, terburu-buru dan tidak fokus. Saya menghimbau untuk semua anggota Kodim 0729 di Bantul harus berhati-hati dan harus berpihak pada rakyat. Sedangkan untuk korban satunya, Serda S juga siap bertanggung jawab," kata Muhidin.
Sebelumnya diketahui, kecelakaan lalu lintas secara beruntun yang melibatkan lima kendaraan itu sempat viral di media sosial. Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry mengatakan kecelakaan terjadi pada hari Kamis (17/7/2025), pukul 06.00 WIB pagi.
Kecelakaan berawal saat mobil Nissan X-Trail melaju dari arah Selatan ke Utara. Sesampainya di TKP, pengemudi kurang konsentrasi sehingga oleng dan menabrak pejalan kaki serta empat kendaraan yang sedang parkir.
"Kendaraan dan identitas yang terlibat adalah satu mobil Nissan X-Trail menabrak pejalan kaki yang akhirnya menabrak beruntun tiga sepeda motor dan satu mobil pikap," lanjutnya.
Jeffry menjelaskan pengemudi mobil Nissan adalah yang dikendarai S, 44, laki-laki, alamat Pleret, Bantul menabrak Yuliana yang akhirnya meninggal pada Senin kemarin.
Kemudian korban kedua adalah Aminah, 50, perempuan, juga mengalami luka patah tulang pada bagian kaki dan sedang dirawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul. "Sementara itu pemilik mobil pikap tidak terluka, pemilik dua sepeda motor lainnya belum dimintai keterangan," ujar Jeffry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Doa bersama di YASANTI Bantul menjadi ruang penolakan MBG. Kelompok masyarakat menyoroti keracunan, anggaran, dan desain kebijakan.
Penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga Agustus 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari PPN PMSE.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.
Parkir wisata Jogja diusulkan terpusat lewat QRIS untuk mencegah pungli sekaligus memberi kepastian tarif bagi wisatawan.
Nusa Penida menerapkan Smart Microgrid yang mengintegrasikan PLTS, BESS, dan PLTD untuk mengoptimalkan energi terbarukan.