15+ Event Jogja Juli 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Perumahan/rumah - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk miskin di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami penurunan pada Maret 2025 dibandingkan September 2024. Ada sejumlah komoditas makanan dan bukan makanan yang memberikan kontribusi terhadap Garis Kemiskinan (GK).
Berdasarkan data BPS DIY, jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 sebanyak 425,82 ribu orang dan berkurang 4,7 ribu orang terhadap September 2024. Sejumlah komoditas makanan dan bukan makanan yang memberikan kontribusi terhadap Garis Kemiskinan (GK).
Pada daerah perkotaan dan perdesaan komoditi beras memberikan kontribusi terbesar bagi pembentukan GK. Kontribusi beras di perkotaan dan perdesaan masing-masing sebesar 20,15 persen dan 23,25 persen.
Di daerah perkotaan komoditi makanan penyumbang terbesar setelah beras adalah rokok kretek filter (7,91 persen), daging ayam ras (5,26 persen), telur ayam ras (5,05 persen), kue basah (3,19 persen), gula pasir (2,49 persen), tempe (2,39 persen), dan mie instan (2,39 persen).
Pada daerah perdesaan, komoditas yang menyumbang GK hampir sama komposisinya dengan penyumbang GK di daerah perkotaan. Komoditi makanan penyumbang terbesar setelah beras adalah daging ayam ras (4,65 persen), telur ayam ras (4,46 persen), rokok kretek filter (4,32 persen), roti (2,77 persen), kue basah (2,73 persen), tempe (2,73 persen), dan tahu (2,55 persen).
BACA JUGA: Jumlah Penduduk Miskin di DIY Turun 4.700 Orang, Kesejahteraan Meningkat? Ini Kata BPS
Untuk komoditi bukan makanan, pengeluaran untuk perumahan, bensin, pendidikan, listrik, dan perlengkapan mandi mempunyai andil besar dalam pembentukan garis kemiskinan di perkotaan. Sumbangan komoditi tersebut dalam pembentukan GK di perkotaan masingmasing sebesar 10,09 persen; 3,67 persen; 2,22 persen; 1,92 persen; dan 1,32 persen.
Adapun untuk daerah perdesaan, pengeluaran untuk perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi mempunyai andil besar dalam pembentukan garis kemiskinan. Sumbangan komoditas tersebut masing-masing sebesar 9,17 persen; 4,12 persen; 1,25 persen; 1,22 persen; dan 1,16 persen.
Data kemiskinan ini dihimpun oleh BPS DIY melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) edisi Maret 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Bendera Merah Putih utuh sepanjang 481 meter dikirab dari Tugu Pal Putih menuju Titik Nol Kilometer Jogja dalam HUT ke-81 RI.
Iran dan Oman menyepakati peta rute pelayaran Selat Hormuz setelah perundingan teknis selama tiga bulan, tetapi jalur belum sepenuhnya normal.
Pemerintah menyiapkan dokter terbang dan mobile dentist untuk memperluas layanan kesehatan, termasuk menjangkau daerah terpencil.
Wacana dwikewarganegaraan yang disampaikan Prabowo masih sebatas gagasan. Pemerintah belum menyusun skema dan target penerapannya.
PLN mengerahkan personel penuh memulihkan listrik pascagempa Flores. Sebanyak 98,3 persen penyulang dan 88 persen pelanggan sudah menyala.