Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025), di Lapangan Balai Kota Jogja./ Ist-Pemkot
Harianjogjacom, JOGJA - Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025), di Lapangan Balai Kota Jogja dimeriahkan dengan penampilan seni dan budaya.
Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini diikuti oleh jajaran Forkopimda Kota Jogja , pimpinan perangkat daerah, para pegawai pemerintah, serta perwakilan TNI-Polri.
Dilansir dari laman resmi Pemkot Jogja, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, bertindak sebagai inspektur upacara. Kehadirannya menjadi simbol kepemimpinan sekaligus wujud komitmen Pemkot Jogja untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan semangat perjuangan para pahlawan.
Paskibraka Kota Jogja saat membewa bendera sang saka merah putih.
Adapun yang bertugas sebagai komandan upacara adalah Lettu Marinir Sumantri, yang memimpin jalannya upacara dengan tegas dan penuh wibawa.
Setelah rangkaian utama, suasana khidmat berganti menjadi meriah dengan berbagai penampilan seni dan budaya. Aubade dari SMP Negeri 5 Yogya membawakan lantunan lagu perjuangan dan kebangsaan yang menggugah semangat hadirin. Suara merdu paduan suara pelajar tersebut berpadu harmonis dengan alunan musik, menciptakan nuansa patriotik yang membekas di hati.
Kemudian, kelompok musik Mahardika Nada Nusantara turut mempersembahkan penampilan istimewa dengan membawakan lagu-lagu bertema nasional dan tradisional, menampilkan kekayaan harmoni nusantara yang penuh semangat kebangsaan.
BACA JUGA: SBY dan Jokowi Terkonfirmasi Hadiri di Upacara HUT ke-80 RI, Megawati Berhalangan Hadir
Tak kalah memukau, Sanggar Tari Satya Manunggal menampilkan ragam tarian nusantara yang merepresentasikan keragaman budaya Indonesia.
Gerak gemulai para penari dengan balutan busana tradisional menjadi simbol nyata persatuan dalam keberagaman, sekaligus memperkuat pesan kebangsaan yang diusung dalam peringatan kemerdekaan ini.
Ditemui usai upacara, Wali Kota JojaHasto Wardoyo menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada para pahlawan bangsa yang telah berjuang demi kemerdekaan. Ia menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 RI bukan hanya seremonial, tetapi momentum refleksi untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa.
“Merdeka! Atas nama Pemkot Yogya, saya mengucapkan selamat memperingati HUT ke-80 RI kepada seluruh masyarakat Kota Yogya. Mari kita terus mengisi kemerdekaan ini dengan kerja keras, gotong royong, dan inovasi demi mewujudkan Kota Yogya yang semakin maju dan sejahtera,” ujar Wali Kota dengan penuh semangat.
Sanggar Tari Satya Manunggal menampilkan ragam tarian nusantara yang merepresentasikan keragaman budaya Indonesia.
Upacara dan rangkaian acara peringatan HUT ke-80 RI di Balai Kota Yogya ini menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme masih terjaga kuat di tengah masyarakat. Tidak hanya sekadar seremoni tahunan, peringatan ini juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang bangsa serta tekad bersama untuk melangkah ke masa depan dengan lebih baik.
Dengan suasana yang khidmat, penuh semangat, dan meriah, Pemkot Yogya berhasil menghadirkan upacara bendera yang bukan hanya memperingati hari bersejarah, tetapi juga meneguhkan nilai-nilai persatuan, budaya, dan kebangsaan yang menjadi ruh perjuangan bangsa Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Z Jerman siap mendukung program PLTS 100 GW Indonesia, tetapi menilai sistem kelistrikan dan SDM perlu diperkuat.
Kepala BGN Sudaryono menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin membahas pendampingan hukum dan pengawasan tata kelola program MBG.
Polisi menjerat S dengan pasal berlapis KUHP baru atas perusakan bendera dan palang kereta di Bantul-Sleman, ancaman maksimal 7 tahun penjara.
Kejagung memeriksa 12 dari 22 saksi dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG periode 2025–2026. Tujuh orang telah menjadi tersangka.
Kemenkeu mencairkan Rp20,5 triliun kepada 490 Pemda untuk membantu kebutuhan gaji PPPK dan belanja daerah.