Korupsi Migas, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 6 Tahun
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Foto pengamatan visual BPPTKG menunjukkan guguran awan panas di Gunung Merapi, Kamis (25/1/2024). - ist/BPPTKG
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan Gunung Merapi memuntahkan guguran lava sebanyak 88 kali dengan jarak luncuran hingga dua kilometer dalam periode 19–25 September 2025.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa guguran lava meluncur ke tiga arah sungai, yakni lima kali ke arah hulu Kali Bebeng, 37 kali ke arah hulu Kali Krasak, dan 46 kali ke arah hulu Kali Sat/Putih.
Analisis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menunjukkan adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya akibat peningkatan volume kubah dan aktivitas guguran lava, sementara kubah tengah tidak mengalami perubahan signifikan.
BACA JUGA: Jembatan Pandansimo Siap Jalani Uji Coba Lalu Lintas Pekan Depan
Hasil foto udara per 25 Agustus 2025 mencatat volume kubah barat daya sebesar 4.179.900 meter kubik dan Kubah Tengah 2.368.800 meter kubik.
"Data tersebut memperkuat indikasi suplai magma masih berlangsung di tubuh Merapi," kata dia.
Aktivitas Merapi saat ini dilaporkan masih berupa erupsi efusif dengan keluarnya lava secara perlahan, tetapi potensi bahaya tetap mengancam berupa awan panas guguran dan lontaran material vulkanik di radius hingga tujuh kilometer.
BNPB menegaskan status aktivitas Merapi tetap berada pada Level III atau Siaga dengan begitu masyarakat diminta tidak beraktivitas di wilayah potensi bahaya, khususnya sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng, serta sektor tenggara di Sungai Woro dan Gendol.
Pemerintah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten diimbau meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat jalur evakuasi, serta menyiapkan sarana pengungsian agar masyarakat terlindungi jika terjadi eskalasi aktivitas gunung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Transformasi ekonomi di DIY dan Jawa Tengah dinilai tidak sepenuhnya menggeser akar budaya lokal.
Jelang Iduladha 2026, Dispertapang Kulonprogo perketat pengawasan hewan kurban. PMK nol kasus, namun ancaman penyakit lain tetap diwaspadai.
PN Tipikor Bengkulu vonis bebas 4 terdakwa kasus korupsi lahan tol. Hakim sebut tidak ada unsur melawan hukum.
Simak jadwal lengkap SPMB SMA/SMK DIY 2026, kuota jalur, hingga tahapan pendaftaran. Pastikan tidak terlewat!