Investasi Pariwisata DIY Naik Rp12,77 Miliar, Anjlok di Triwulan II
Investasi pariwisata DIY mencapai Rp378,14 miliar hingga semester I 2026, tetapi turun 75,40% pada Triwulan II.
Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT
Harianjogja.com, JOGJA—Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan arah kebijakan penguatan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Jogja akan difokuskan untuk memberdayakan masyarakat kurang mampu.
Ia meminta agar mayoritas anggota koperasi berasal dari kalangan warga miskin agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan.
Hasto menyampaikan, koperasi ini bukan hanya wadah usaha, melainkan sarana untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga. “Saya bilang sama Koperasi Merah Putih, anggotanya tolong mayoritas orang miskin. Kalau nanti anggotanya pengusaha semua, itu repot,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).
Ia berharap koperasi bisa menjadi instrumen nyata dalam menumbuhkan kesejahteraan lewat kegiatan ekonomi produktif yang pasarnya jelas.
Salah satu bentuk nyata yang dikembangkan yakni produksi Batik Segoro Amarto, yang diproyeksikan menjadi seragam bagi ASN di lingkungan Pemkot Jogja dan puluhan ribu pelajar di tahun depan. Menurut Hasto, model seperti ini bisa menjamin keberlanjutan usaha anggota koperasi karena memiliki pasar tetap.
“Meskipun anggotanya orang-orang miskin, saya akan usahakan mereka bisa sejahtera melalui produk sektor riil yang sudah punya pasar,” katanya.
Selain di sektor batik, Pemkot Jogja juga tengah mendorong koperasi untuk membentuk jaringan usaha mikro seperti warung kelontong dan reseller produk kebutuhan sehari-hari. Warung ini nantinya diharapkan menjadi agen air minum Jogja dan mendapatkan dukungan dari dana tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan.
“Kalau ada CSR, kelontong-kelontong itu kita subsidi agar bisa menurunkan harga sedikit tapi tetap untung. Jadi dia bisa melayani orang miskin, dan tetap sejahtera,” kata Hasto.
Wali Kota menambahkan, konsep pemberdayaan ini mendorong masyarakat miskin agar bisa menolong dirinya sendiri. Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai “self-limited poverty”, yakni kondisi ketika warga miskin mampu keluar dari kemiskinan melalui gotong-royong antar sesama.
“Program bedah rumah itu contohnya, gotong-royong antar yang miskin kepada yang miskin. Saya yakin, itu bisa menyelesaikan masalah kemiskinan,” ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DinperinkopUKM) Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menjelaskan bahwa seluruh 45 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Jogja telah memiliki badan hukum dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Saat ini tinggal menunggu proses registrasi di Kementerian Koperasi dan UKM.
Tri Karyadi menambahkan, dari total 45 koperasi tersebut, sebanyak 13 sudah aktif mengembangkan usaha sesuai potensi wilayah masing-masing, mulai dari penjualan sembako, agen layanan keuangan, hingga produksi batik.
Ia berharap seluruh koperasi dapat segera merancang model bisnis berkelanjutan seh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi pariwisata DIY mencapai Rp378,14 miliar hingga semester I 2026, tetapi turun 75,40% pada Triwulan II.
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 19 Agustus 2026, lengkap dari Stasiun Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.