Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini 25 Juni 2026, Berangkat Tiap Jam
Jadwal KRL Jogja–Solo Kamis 25 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif Rp8.000 dengan keberangkatan sejak pagi hingga malam.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA—BMKG memprakirakan cuaca di DIY didominasi berawan pada Jumat (28/11/2025). Hanya Sleman yang diperkirakan mengalami hujan ringan.
Lima kabupaten/kota di DIY tercatat berada dalam kondisi berawan berdasarkan prakiraan dari laman resmi BMKG. Suhu udara berkisar 22–33 derajat Celcius menandai situasi cuaca yang relatif stabil di sebagian besar wilayah.
Detail prakiraan cuaca menunjukkan wilayah Sleman berpotensi hujan ringan, sementara Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, dan Kota Jogja diperkirakan tetap berawan sepanjang hari.
Berdasarkan prakiraan BMKG dalam laman bmkg.go.id disebutkan bahwa dari lima kabupaten dan kota wilayah DIY seluruhnya diperkirakan berawan.
Berikut adalah prakiraan cuaca secara detail pada lima kabupaten dan kota:
Kulonprogo
Berawan (suhu 22-30 derajat celcius).
Gunungkidul
Berawan (suhu 22-30 derajat celcius).
Kota Jogja
Berawan (suhu 22-33 derajat celcius).
Sleman
Hujan Ringan (suhu 22-30 derajat celcius).
Bantul
Berawan (suhu 24-30 derajat celcius).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo Kamis 25 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif Rp8.000 dengan keberangkatan sejak pagi hingga malam.
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.