Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo Minggu 9 Agustus 2026 dan Tarifnya
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 9 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA—BMKG memprakirakan cuaca di DIY didominasi berawan pada Jumat (28/11/2025). Hanya Sleman yang diperkirakan mengalami hujan ringan.
Lima kabupaten/kota di DIY tercatat berada dalam kondisi berawan berdasarkan prakiraan dari laman resmi BMKG. Suhu udara berkisar 22–33 derajat Celcius menandai situasi cuaca yang relatif stabil di sebagian besar wilayah.
Detail prakiraan cuaca menunjukkan wilayah Sleman berpotensi hujan ringan, sementara Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, dan Kota Jogja diperkirakan tetap berawan sepanjang hari.
Berdasarkan prakiraan BMKG dalam laman bmkg.go.id disebutkan bahwa dari lima kabupaten dan kota wilayah DIY seluruhnya diperkirakan berawan.
Berikut adalah prakiraan cuaca secara detail pada lima kabupaten dan kota:
Kulonprogo
Berawan (suhu 22-30 derajat celcius).
Gunungkidul
Berawan (suhu 22-30 derajat celcius).
Kota Jogja
Berawan (suhu 22-33 derajat celcius).
Sleman
Hujan Ringan (suhu 22-30 derajat celcius).
Bantul
Berawan (suhu 24-30 derajat celcius).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 9 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.