Tren Menikah di KUA Mulai Dilirik Warga Kulonprogo, Ini Alasannya
Menikah di KUA mulai dilirik warga Kulonprogo. Selain gratis, faktor kepraktisan, waktu, dan fleksibilitas resepsi turut menjadi alasan.
Suasana kermaian Pantai Glagah Kulonprogo pada libur Natal 2024. Pantai ini dikunjungi wisatawan yang kebanyakan adalah rombongan keluarga, Minggu (25/12/2023). - Harian Jogja/Triyo Handoko
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pariwisata Kulonprogo meningkatkan pengawasan destinasi wisata menjelang libur Nataru untuk menjaga kenyamanan wisatawan dan stabilitas harga.
Plt. Kepala Dispar Kulonprogo, Sutarman, menegaskan bahwa seluruh pengelola destinasi, mulai dari desa wisata hingga objek wisata pantai, telah menyepakati komitmen untuk menjaga citra positif pariwisata daerah.
Larangan Paksa Sewa Tikar dan Payung
Menanggapi fenomena viralnya tarif sewa tikar selangit di daerah lain, Dispar Kulonprogo memberikan peringatan keras kepada penyedia jasa di kawasan pantai, khususnya Pantai Glagah. Masyarakat dilarang memaksa wisatawan untuk menyewa tikar atau payung. Untuk tarif sewa tikar di Pantai Glagah dipastikan tetap dipatok sebesar Rp10.000.
Ketua Pokdarwis Glagah, Sumantoyo, menyatakan pelaku usaha yang nekat menaikkan harga di atas kesepakatan akan dilarang berwirausaha di kawasan tersebut.
"Kami tidak melarang masyarakat menawarkan jasa selama tidak memaksa dan tarifnya normal. Jangan sampai ada mentalitas 'aji mumpung' saat ramai pengunjung yang justru membuat wisatawan kapok," tegas Sutarman, Rabu (17/12/2025).
Selain soal sewa alat, persoalan tarif parkir berulang menjadi fokus utama evaluasi. Wisatawan sering mengeluh karena harus membayar parkir berkali-kali saat berpindah spot atau laguna dalam satu kawasan yang sama.
Dispar meminta pengelola untuk lebih tertib. Wisatawan yang sudah membayar di satu titik diharapkan cukup menunjukkan karcis resmi agar tidak ditarik biaya tambahan saat berpindah lokasi dalam area paguyuban yang sama.
Target 60 Ribu Kunjungan Wisatawan
Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menargetkan kunjungan sebanyak 60.000 wisatawan selama periode 20 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Sebab, kata Sutarman, bedasarkan data tahun lalu, dari 20 Desember sampai 1 Januari kunjungan wisatawan di Kulonprogo mencapai 60 ribu orang
"Kawasan selatan, terutama Pantai Glagah dan Pantai Congot, diprediksi tetap menjadi primadona dengan kontribusi sekitar 70 persen dari total kunjungan," katanya.
Koordinasi intensif dengan jajaran TNI-Polri juga terus dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung selama musim liburan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menikah di KUA mulai dilirik warga Kulonprogo. Selain gratis, faktor kepraktisan, waktu, dan fleksibilitas resepsi turut menjadi alasan.
Kemenkop mengakui ada manajer Kopdes yang mundur karena penempatan jauh. Sekitar 1.900 manajer ditempatkan lintas provinsi.
Ojol perempuan di Jogja mendapat pelatihan bahasa Inggris gratis. Program ini digelar dua batch dan melibatkan komunitas Lady Bikers Jogja.
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Adhi Karya memastikan girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan aman dengan bracing sementara. Pemasangan diafragma kini mulai dilakukan.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.