Warga Karang Sentolo Tolak Tambang Pasir Sungai Progo
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan saat menyerahkan penghargaan. /Instagram.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komitmen menjaga keberlanjutan seni dan budaya daerah mengantarkan lima tokoh dan komunitas menerima Penghargaan Seniman dan Budayawan Kulonprogo Tahun 2025 dari Dinas Kebudayaan setempat.
Penghargaan ini diberikan kepada pelaku seni dan budaya yang dinilai aktif melestarikan tradisi, mengembangkan kreativitas, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat. Proses penilaian dilakukan secara objektif dengan menimbang rekam jejak, kontribusi, dan keberlanjutan karya.
Apresiasi tersebut menjadi penanda komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesinambungan budaya agar tidak terputus antar generasi, sekaligus mendorong generasi muda mengenal akar budayanya.
Kepala Disbud Kulonprogo, Joko Mursito, menjelaskan penghargaan yang diberikan diawali dengan pengumpulan proposal dari komunitas, lembaga budaya, serta rekomendasi masyarakat. Seluruh usulan kemudian melalui verifikasi administratif dan penilaian rekam jejak.
"Penilaian meliputi kontribusi terhadap konservasi budaya, kreativitas, keberlanjutan karya, serta dampak nyata bagi masyarakat. Seluruh tahapan dilakukan secara objektif dan akuntabel," katanya, Rabu (17/12/2025).
Lima kategori penghargaaan terdiri dari kategori Organisasi Seni Budaya, Tokoh Kreator, Pelestari Warisan Budaya dan Cagar Budaya, Aktivis Budaya Tradisional, Tokoh Aktivis Seni. Joko Mursito menyampaikan penghargaan ini sebagai apresiasi kepada seluruh seniman, pelaku budaya, dan masyarakat yang terus menjaga ekosistem budaya Kulonprogo.
"Semoga kegiatan ini menjadi dorongan bagi kita semua untuk terus menghargai nilai, kreativitas, dan identitas budaya Kulon Progo,” katanya.
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada masyarakat yang telah berkontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan generasi penerus.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan menambahkan, penghargaan ini dipersembahkan bagi masyarakat yang masih konsisten menjaga dan melestarikan budaya Kulonprogo.
“Penghargaan ini untuk menjaga semangat para pelaku, pemerhati, dan pemulia seni budaya agar tetap hidup dan tidak terputus. Harapannya generasi muda tetap memahami akar budaya Kulonprogo yang adiluhung,” ujarnya.
Agung menegaskan pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. “Penghargaan ini menjadi penyemangat sekaligus penanda bahwa Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berkomitmen menjaga keberlangsungan budaya. Kita sebagai generasi penerus wajib melestarikan dan meneruskan nilai-nilai budaya agar tidak terputus sampai anak cucu,” ucapnya.
Agung juga mendorong masyarakat untuk tidak mengabaikan budaya daerah. “Kita harus ingat bahwa kita adalah pewaris budaya. Jangan sampai generasi masa depan melupakan akar budayanya,” ujarnya.
Adapun penerima Penghargaan Seniman dan Budayawan Kulonprogo Tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Kategori Organisasi Seni Budaya: Museum Pawukon, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah
Kategori Tokoh Kreator: Joko Kuncoro, Samigaluh
Kategori Pelestari Warisan Budaya dan Cagar Budaya: Ir. Muh. Jazari, Banjararum, Kalibawang
Kategori Tokoh Penggiat Budaya Tradisi: Murtinah, Hargotirto, Kokap
Kategori Tokoh Penggiat Seni: Turdi, Banjarharjo, Samigaluh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Pedal rem mobil tiba-tiba keras bisa menandakan masalah pada booster, minyak rem, kampas hingga komponen pengereman lainnya.
Longsor salju menerjang Base Camp Himlung Himal di Nepal. Empat jenazah ditemukan, sementara 12 orang masih hilang.
Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Indonesia vs Malaysia 0-0. Simak posisi Garuda dan skenario laga terakhir melawan Bangladesh.
Hasil Belgia vs Prancis berakhir 0-1. Michael Olise mencetak gol menit ke-88 dan membawa Les Bleus ke puncak Grup A1.
Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 hari ini menghadirkan Thailand vs Vietnam. Simak jam pertandingan dan persaingan Grup B.