Advertisement
Sebagian ASN Sleman Gaptek, Penggunaan Corpu Belum Maksimal
Ilustrasi ASN / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus mendorong percepatan peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) melalui sistem pembelajaran terintegrasi Corporate University (Corpu), meski pemanfaatannya belum optimal karena sebagian ASN masih gagap teknologi (gaptek) dan berupaya beradaptasi.
Sistem Corporate University (Corpu) Sleman resmi diluncurkan pada Oktober 2025 sebagai platform pembelajaran terintegrasi bagi ASN. Namun, selama tiga bulan berjalan, pemanfaatan Corpu belum sepenuhnya maksimal karena sejumlah ASN belum familiar dengan teknologi yang digunakan dalam sistem pembelajaran digital tersebut.
Advertisement
Ketua Tim Kerja Program Diklat Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Sleman, Niken Artanti Primadewi, mengakui masih terdapat ASN yang belum terbiasa menggunakan teknologi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, sehingga tidak seluruh ASN aktif mengikuti pembelajaran melalui Corpu.
“Saat ini kami sedang memproses surat edaran agar semua ASN ikut pelatihan melalui platform digital Learning Management System (LMS) agar bangkom [pengembangan kompetensi] bisa merata,” kata Niken, kepada Harianjogja.com belum lama ini.
BACA JUGA
Melalui Corpu, Pemkab Sleman berharap kompetensi ASN dapat terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan tuntutan zaman. Platform ini dirancang menyerupai perpustakaan digital besar yang memuat berbagai katalog pembelajaran sesuai bidang kerja masing-masing perangkat daerah.
Pada akhir 2025, BKPP Sleman juga telah menggelar webinar massal dengan sasaran 4.000 ASN, serta pelatihan Learning Management System (LMS) bertema kompetensi manajerial. Program tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan kompetensi ASN secara menyeluruh.
Lebih lanjut, Niken menyampaikan BKPP Sleman juga berencana mendirikan studio pengembangan kompetensi (bangkom) sebagai sarana produksi dan distribusi pengetahuan digital. Pengajuan pembangunan studio tersebut direncanakan pada 2026, meski masih memerlukan kajian mendalam sebelum realisasi.
Studio bangkom direncanakan berlokasi di Kantor BKPP Sleman. Namun, Niken menyebut persetujuan anggaran pembangunan kemungkinan belum dapat diberikan secara penuh. Untuk tahap awal, BKPP Sleman akan memanfaatkan ruang rapat yang dilengkapi perangkat pencahayaan studio.
“Sementara kami pakai ruang rapat dulu. Corpu intinya pengembangan kompetensi yang tidak terikat ruang dan waktu, bisa di mana saja, tanpa biaya. BKPP selaku OPD yang mengampu bangkom bisa menciptakan penyebaran pengetahuan kepada ASN lewat podcast, webinar, seminar daring, dan lainnya,” katanya.
Pada 2026, BKPP Sleman juga mulai mengembangkan perpustakaan digital yang dikemas dalam sistem manajemen pengetahuan dan terintegrasi dalam aplikasi daring bangkom milik Pemkab Sleman. Perpustakaan digital ini berbeda dengan layanan yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip).
Peningkatan kompetensi ASN menjadi perhatian serius Harda Kiswaya. Harda secara berkala melakukan penataan dan rotasi posisi ASN dengan tujuan memastikan jabatan strategis diisi oleh aparatur yang kompeten dan berkapasitas.
Selain itu, Pemkab Sleman juga telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Kepegawaian Nasional dalam penerapan sistem Manajemen Talenta di lingkungan pemerintahan.
“Kami terus berupaya dalam menciptakan ASN yang profesional, kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik,” kata Harda.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




