Advertisement

Pembangunan Taman Budaya Bantul Dimulai 2026, Dilengkapi 10 Fasilitas

Kiki Luqman
Kamis, 22 Januari 2026 - 11:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Pembangunan Taman Budaya Bantul Dimulai 2026, Dilengkapi 10 Fasilitas Desa Wisata Wukirsari, Bantul. / Google Maps

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL— Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan pembangunan Taman Budaya Bantul (TBB) mulai direalisasikan pada 2026. Proyek ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas kebudayaan yang terintegrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus destinasi baru di wilayah Bantul.

Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Yanatun Yunadiana mengatakan, perencanaan Taman Budaya Bantul sebenarnya telah disusun sejak 2015. Setelah melalui tahapan perencanaan dan survei lokasi, pembangunan fisik akhirnya dapat dimulai tahun ini.

Advertisement

“Survei dan perencanaan sudah selesai. Untuk pembangunan fisik ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Kawasan Permukiman [DPUPKP]. Setelah itu, fasilitas akan kami gunakan sesuai fungsi kebudayaan,” kata Yanatun, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, proses tender pembangunan ditargetkan dimulai pada akhir Januari 2026. Pemenang tender direncanakan ditetapkan pada Maret, sehingga pekerjaan fisik bisa langsung berjalan pada bulan yang sama. Tahap pertama pembangunan diperkirakan memakan waktu sekitar delapan bulan dan ditargetkan rampung pada November 2026.

Taman Budaya Bantul dirancang dengan konsep pengembangan budaya yang dipadukan dengan pariwisata. Seluruh kegiatan seni dan budaya, mulai dari seni pertunjukan hingga pameran, akan dipusatkan di kawasan tersebut dan dikemas sebagai daya tarik wisata.

“Konsepnya adalah budaya digabungkan dengan pariwisata. Jadi selain sebagai taman budaya, kawasan ini juga menjadi tujuan wisata dengan bangunan dan fasilitas yang representatif,” ujarnya.

Pada tahap awal, anggaran pembangunan TBB diperkirakan sekitar Rp20 miliar. Yanatun menyebut sebagian besar anggaran tahap pertama akan difokuskan pada pematangan lahan, mengingat kondisi lokasi yang berupa perbukitan dan jurang.

“Fokus tahap pertama adalah pematangan lahan, pembangunan akses jalan, serta fasilitas dasar seperti pos kantor, pos keamanan, dan toilet,” jelasnya.

Secara keseluruhan, pembangunan Taman Budaya Bantul direncanakan berlangsung dalam tiga tahap dan ditargetkan selesai dalam kurun waktu tiga tahun, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Ari Budi Nugroho menyampaikan bahwa pagu anggaran pembangunan Taman Budaya Bantul pada 2026 telah ditetapkan sebesar Rp20,73 miliar.

“Pagu anggaran Taman Budaya Bantul untuk tahun 2026 sesuai berita acara sebesar Rp20.730.000.000,” ujarnya.

Ari menambahkan, master plan dan pelaksanaan pembangunan berada di bawah kewenangan DPUPKP. Setelah pembangunan selesai, pengelolaan kawasan akan diserahkan kepada Dinas Kebudayaan Bantul.

“Master plan dan pembangunannya ada di DPUPKP. Kami nanti menerima bangunan ketika sudah jadi,” katanya.

Ia merinci, Taman Budaya Bantul nantinya akan dilengkapi 10 fasilitas utama, yakni gapura kawasan, kios UKM dan pasar seni, mushola, landmark, pendopo, gedung pertunjukan tertutup atau studio, sanggar budaya anak, galeri, area pertunjukan terbuka, serta kios suvenir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Laporan Warga Berujung Pemeriksaan Kajari Sampang oleh Kejagung

Laporan Warga Berujung Pemeriksaan Kajari Sampang oleh Kejagung

News
| Kamis, 22 Januari 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement