Advertisement

Jogja Fashion Week 2026, Akar Budaya Yogyakarta Siap Bergema ke Dunia

Newswire
Jum'at, 13 Februari 2026 - 00:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Jogja Fashion Week 2026, Akar Budaya Yogyakarta Siap Bergema ke Dunia Suasana launching ceremony Jogja Fahion Week 2026 di GIK UGM, Kamis (13/2/2026). Ist - HO/JFW

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA – Menandai lebih dari dua dekade perjalanan, Jogja Fashion Week (JFW) 2026 akan mengubah Jogja Expo Center (JEC) menjadi pusat mode bertaraf global pada 13–16 Agustus mendatang. Mengangkat tema “Roots of Resonance, Beyond”, JFW ke-21 ini bukan sekadar peragaan busana, melainkan wujud bahwa akar budaya lokal mampu beresonansi menembus batas peradaban modern.

Acara yang digagas oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY ini akan menampilkan lebih dari 1.000 karya mode dalam 10 sesi fashion show. Tidak kurang dari 96 desainer profesional, 12 desainer muda, serta belasan desainer busana anak akan memamerkan karya mereka. Kehadiran desainer tamu setiap hari dijanjikan memberikan kejutan visual bagi penikmat mode.

Advertisement

Ketua Panitia JFW 2026, Yuna Pancawati, menegaskan usia 21 tahun adalah momen kematangan untuk JFW menjadi trendsetter, bukan sekadar pengikut. Menurutnya, warisan budaya Yogyakarta menjadi energi utama dalam setiap mahakarya yang ditampilkan.

“Perjalanan 21 tahun memberi kami pelajaran penting untuk menjadikan Jogja Fashion Week ajang terkemuka di Indonesia. Melalui tema tahun ini, kami ingin membuktikan tradisi yang berpadu dengan teknologi dan kreativitas dapat menjadi produk mode relevan yang diterima masyarakat dunia,” ujar Yuna Pancawati.

Senada, Ketua Harian Dekranasda DIY, GKBRAA Adipati Paku Alam, menekankan aspek ekonomi dan kualitas produk JFW 2026. Ia menyebut event ini sebagai destinasi belanja premium bagi kolektor dan pecinta mode karena melibatkan 150 tenant yang telah melalui kurasi ketat.

“JFW 2026 menciptakan ruang interaksi dan transaksi efektif bagi pelaku usaha fashion. Dengan tenant dari berbagai daerah dan antrean desainer yang panjang, ini bukti ekosistem ekonomi kreatif DIY berada di puncak,” terang GKBRAA Adipati Paku Alam.

Pemerintah Provinsi DIY memandang JFW sebagai instrumen strategis memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok mode internasional. Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengapresiasi keberlanjutan dan inovasi JFW melalui program integratif seperti Business Matching dan kompetisi desainer muda.

“Pemerintah berkomitmen mendukung pertumbuhan industri secara berkesinambungan. Melalui JFW 2026, semangat Yogyakarta bergema ke dunia, memperkuat pesan bahwa fashion Indonesia adalah masa depan mode global,” ujarnya.

Selain fashion show, JFW 2026 menghadirkan pengalaman edukatif bagi pengunjung, mulai seminar industri, shop talk, hingga presentasi produk. Dengan tren kunjungan dan omset yang meningkat setiap tahun, JFW diprediksi menjadi magnet ekonomi baru di pertengahan 2026, sekaligus memperkuat posisi DIY sebagai pusat industri kreatif nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Pesta Retail 2026 di Prambanan Tegaskan Peran UMKM dan Toko Kelontong

Pesta Retail 2026 di Prambanan Tegaskan Peran UMKM dan Toko Kelontong

News
| Kamis, 12 Februari 2026, 22:02 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement