Gerai KDMP Bantul Belum Beroperasi, DPRD Soroti Kesiapan Pengurus
Operasional gerai KDMP di Bantul masih menunggu petunjuk teknis pusat. DPRD mengingatkan pentingnya kemampuan manajerial dan pendampingan pengurus.
Pekerjaan pemasangan pierhead menggunakan metode sosrobahu dalam proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2B Trihanggo-Junction Sleman, seperti terlihat belum lama ini. - Istimewa/Dokumen PT Adhi Karya
Harianjogja.com, BANTUL—Proses pembebasan lahan proyek Tol Jogja–YIA di wilayah Bantul menunjukkan progres signifikan. Dari total 853 bidang tanah terdampak yang tersebar di lima padukuhan dan dua kalurahan, sebanyak 613 bidang telah menerima pembayaran ganti kerugian.
Kepala Badan Pertanahan Nasional Bantul, Tri Harnanto, menjelaskan total luasan tanah yang sudah dibayarkan mencapai 218.184 meter persegi. Ia merinci, di Kalurahan Argosari sebanyak 159 dari 202 bidang telah dituntaskan pembayarannya. Sementara di Kalurahan Argomulyo, 454 dari total 651 bidang telah dibebaskan.
“Progresnya masih sama seperti saat pembayaran terakhir pada Januari lalu. Sisanya masih dalam tahapan administrasi dan menunggu proses pencairan,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Tri menyebut, penyelesaian bidang yang belum dibayarkan sangat bergantung pada kelengkapan dokumen serta mekanisme pencairan anggaran. Tahapan tersebut mencakup inventarisasi, penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian, hingga validasi berkas sebelum pembayaran dilakukan.
Percepatan pembebasan lahan di Bantul menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan Tol Jogja–YIA yang ditargetkan dapat berfungsi penuh pada 2028. Dengan masih tersisa sekitar 240 bidang yang belum tuntas, koordinasi lintas pihak terus dilakukan agar proses administrasi dan pembayaran dapat segera diselesaikan.
Sebagai pembanding, progres di wilayah lain juga masih berjalan. Di Kabupaten Kulonprogo, hingga akhir 2025 pembebasan lahan baru mencapai 386 bidang dari total 1.125 bidang terdampak. Sejumlah bidang masih menunggu tahapan administrasi dan pencairan ganti kerugian.
Dengan target operasional fungsional total pada 2028, penyelesaian pembebasan lahan di Bantul diharapkan dapat terus dikebut agar tahapan konstruksi berjalan sesuai jadwal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Operasional gerai KDMP di Bantul masih menunggu petunjuk teknis pusat. DPRD mengingatkan pentingnya kemampuan manajerial dan pendampingan pengurus.
BSU Rp900.000 untuk pekerja periode Oktober–Desember 2026 belum memiliki syarat dan jadwal resmi. Simak kriteria sebelumnya dan cara cek BPJS Ketenagakerjaan.
KPK menetapkan lima tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan dana kebencanaan BNPB. Penyidik menyita uang Rp3,3 miliar dan aset lainnya.
Perumda Aneka Usaha Kulon Progo mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui Manunggal Fair 2026 yang mencatat perputaran uang sekitar Rp7 miliar
KAI diminta menyusun masterplan transformasi KRL Jabodetabek untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diproyeksikan mendekati 600 juta pada 2036.
Perumda Air Minum Tirta Binangun memperluas akses air bersih di Kulon Progo. Hingga September 2026, jumlah pelanggan tercatat mencapai 48.586 sambungan rumah un