Kelok 23 Dievaluasi 21 September, Bus Masih Dilarang Melintas
Kelok 23 masih uji coba hingga 20 September 2026. Evaluasi 21 September menentukan kelayakan jalan sebelum dibuka untuk umum.
Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT
Harianjogja.com, BANTUL—KDMP Bantul atau Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Bantul terus dikebut pembangunannya. Namun hingga pertengahan Februari 2026, masih ada tiga kalurahan yang belum mengantongi lahan untuk mendirikan gerai koperasi tersebut.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Prapta Nugraha, menyampaikan mayoritas kalurahan sebenarnya telah memasuki tahap pemetaan lokasi. Hanya tiga wilayah yang hingga kini masih terkendala pencarian lahan, yakni Sumberagung, Sabdodadi, dan Argosari.
“Yang lain sudah dipetakan, tinggal yang memang belum memetakan itu yang tiga tadi, yang memang masih mencari-cari. Satu yang memang sebelumnya tidak punya tanah kas desa, yaitu di Jagalan,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Ia mengungkapkan, dari total lokasi yang direncanakan untuk KDMP Bantul, sekitar 10 titik pembangunan fisiknya hampir rampung. Beberapa gerai yang progresnya signifikan berada di Ngestiharjo, Pleret, Trimurti, dan Srigading.
Targetnya, penyelesaian fisik sejumlah titik tersebut bisa tuntas pada akhir Februari. Sementara itu, lokasi lainnya masih dalam tahap pematangan administrasi dan pengurusan perizinan, termasuk pengajuan izin penggunaan lahan kepada gubernur melalui dinas tata ruang.
Khusus tiga kalurahan yang belum memiliki lahan, Pemkab Bantul terus menjajaki berbagai alternatif solusi. Prapta menegaskan, lokasi gerai Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Bantul harus memenuhi kriteria strategis agar optimal mendukung aktivitas ekonomi warga.
“Lokasinya harus strategis, mudah dijangkau, lalu kendaraan-kendaraan distributor bisa masuk. Itu yang disarankan,” katanya.
Untuk sementara, dinas tengah mengkaji kemungkinan penggunaan lahan alternatif, termasuk memanfaatkan rumah warga atau bangunan lain yang dinilai layak dan memungkinkan.
“Belum ada keputusan apakah nanti sewa atau seperti apa. Ini masih kita cari solusinya bagaimana nanti sebisa mungkin bisa mempunyai lahan,” ujarnya, sembari menegaskan bahwa percepatan realisasi KDMP Bantul tetap menjadi prioritas agar seluruh kalurahan dapat segera memiliki gerai koperasi yang operasional dan mendukung perputaran ekonomi lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 masih uji coba hingga 20 September 2026. Evaluasi 21 September menentukan kelayakan jalan sebelum dibuka untuk umum.
AS mengerahkan sekitar 9.000 personel tambahan ke Timur Tengah dan berpotensi menempatkan tiga kapal induk di kawasan tersebut.
Sleman memborong dua juara pertama Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 lewat KWT Teratai Mekar dan Kelompok Tani Manunggal Makmur.
Pemkab Temanggung memastikan Sekolah Rakyat di Karanggedong tetap dibangun. Total lahan yang disiapkan mencapai 7,8 hektare.
Menpora Cup 2026 menjadi ajang mengukur hasil pembinaan atlet boling sekaligus mencari peboling potensial untuk persaingan nasional dan internasional.
Skrining psikososial pekerja perlu memakai instrumen tervalidasi dan disesuaikan dengan tujuan pemeriksaan serta karakteristik pekerja.