Manajer Kopdes Ditempatkan di Luar Pulau, Menkop: Untuk Pemerataan SDM
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Ilustrasi/pompa air untuk irigasi sawah.JIBI
Harianjogja.com, BANTUL— Pemerintah Kabupaten Bantul mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 dengan menyiapkan ribuan pompa air untuk menjaga pasokan irigasi pertanian tetap aman. Upaya ini dilakukan agar risiko kekeringan lahan dan potensi gagal panen dapat ditekan sejak dini.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo, mengungkapkan jumlah pompa air yang telah terpasang saat ini mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 unit yang tersebar di seluruh gabungan kelompok tani (gapoktan). Fasilitas tersebut dipastikan siap dimanfaatkan petani untuk menyuplai kebutuhan air selama musim kemarau.
“Pompa air existing yang telah dimiliki di Bantul itu sampai saat ini jumlahnya sampai ribuan. Mungkin sekitar empat sampai lima ribuan,” kata Joko, Jumat.
Selain mengandalkan pompa yang sudah ada, pada 2026 petani Bantul juga mendapatkan tambahan sekitar 160 unit pompa air yang akan didistribusikan secara merata sesuai kebutuhan lahan pertanian. Bantuan ini diharapkan semakin memperkuat sistem irigasi di berbagai wilayah.
Menurut Joko, pompa air tersebut berfungsi untuk mengangkat air dari sumber-sumber yang tersedia, seperti sungai maupun sumur, kemudian dialirkan ke lahan pertanian. Dengan cara ini, petani tetap dapat mengairi sawah meskipun curah hujan menurun drastis.
“Penyaluran air dari sumber air itu bisa dinaikkan menggunakan pompa untuk menyirami lahan sawah. Mudah-mudahan kalau sungai atau aliran air itu masih ada air, lahan pertanian kita aman,” ujarnya.
Di Bantul sendiri, terdapat sejumlah sumber air utama yang selama ini menjadi penopang irigasi, termasuk saat musim kemarau. Beberapa sungai yang dimanfaatkan antara lain Sungai Winongo, Sungai Bedog, dan Sungai Opak. Selain itu, sebagian lahan pertanian juga telah didukung oleh sumur bor atau sumur air dalam sebagai cadangan pasokan air.
Tidak hanya itu, DKPP Bantul juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca dan potensi kemarau. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi yang tepat bagi sektor pertanian.
“Dengan upaya-upaya tersebut, walaupun terjadi musim kemarau panjang, kami harapkan tingkat kegagalan panen di Bantul kecil,” kata Joko.
Melalui kombinasi pemanfaatan pompa air, sumber irigasi alami, serta pemantauan cuaca, Pemkab Bantul optimistis ketahanan sektor pertanian tetap terjaga sepanjang musim kemarau 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
HP RAM 8 GB hingga 12 GB makin terjangkau pada 2026. Simak daftar harga dan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.