Advertisement

Gelombang Pasang Hantam Pantai Depok, Bantul, Warung Rusak Parah

Kiki Luqman
Jum'at, 17 April 2026 - 20:27 WIB
Jumali
Gelombang Pasang Hantam Pantai Depok, Bantul, Warung Rusak Parah Kondisi warung yang rusak akibat diterjang ombak di wilayah Pantai Depok - Harian Jogja/Kiki Luqman

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Kerusakan akibat gelombang pasang di kawasan Pantai Depok di Kabupaten Bantul semakin meluas pada Jumat (17/4/2026) pagi. Sejumlah warung semi permanen hingga rumah makan seafood dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan ombak.

Dampak paling terasa terjadi di area bibir pantai, terutama di sisi timur Pos SAR Pantai Depok yang dikenal rawan diterjang gelombang tinggi.

Advertisement

Salah satu nelayan sekaligus pemilik warung, Mulyadi, menyebut gelombang pasang sebenarnya sudah terjadi sejak awal pekan, namun puncaknya terjadi pada Jumat pagi.

"Kalau warung semi permanen yang diterjang gelombang pasang mencapai lebih dari sekitar 10 bangunan. Sedangkan untuk bangunan rumah makan seafood yang cukup parah menimpa rumah makan seafood 'Mbak Nia'," katanya, Jumat.

Tidak hanya satu lokasi, warung makan lain di sekitarnya juga terdampak. Air laut bahkan dilaporkan masuk hingga ke dalam area warung, merusak bagian halaman dan struktur bangunan.

"Ya kalau pas gelombang pasang, air laut sampai masuk ke warung seafood. Sedangkan warung semi permanen di depan warung seafood 'Mbak Tur' sudah rusak parah," katanya.

Upaya penanggulangan darurat sebenarnya telah dilakukan dengan memasang karung pasir sebagai penahan gelombang. Namun, kekuatan ombak membuat pengaman tersebut jebol.

Melihat kondisi yang semakin berisiko, para pemilik warung memilih mengamankan barang dagangan. Kursi, meja, hingga perlengkapan usaha dipindahkan ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari kerugian lebih besar.

Ancaman belum berakhir. Gelombang pasang diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir pekan, sehingga potensi kerusakan tambahan masih terbuka.

"Gelombang pasang ini diprediksi akan berlangsung pada akhir pekan ini sehingga potensi warung semi permanen dan warung seafood yang rusak akan bertambah," tuturnya.

Ketua Koperasi Mina Bahari 45 Pantai Depok, Sutarlan, menilai kondisi ini merupakan risiko yang sudah dipahami oleh para pelaku usaha di kawasan pesisir.

"Ya resiko berjualan di bibir pantai gelombang pasang sehingga ketika bangunan rusak tidak akan mengeluh apalagi minta bantuan untuk membangun kembali warung seafood yang ambrol akibat terjangan gelombang pasang," tandasnya.

Ia menjelaskan bahwa lokasi paling terdampak berada di sisi timur Pos SAR Pantai Depok karena adanya palung laut yang membuat gelombang lebih mudah menghantam daratan.

"Warung semi permanen dan warung seafood yang diterjang gelombang pasang berada tepat di sisi timur Pos SAR Pantai Depok dan di lokasi tersebut saat ada palung sehingga di lokasi itu yang paling parah diterjang gelombang pasang," imbuhnya.

Kondisi ini membuat para pedagang harus terus waspada, terutama saat aktivitas wisata tetap berjalan di kawasan tersebut. Selain risiko kerusakan bangunan, keselamatan pengunjung juga menjadi perhatian utama di tengah ancaman gelombang pasang yang belum mereda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Hukuman Mati Dihapus, Dunia Soroti Motif Myanmar

Hukuman Mati Dihapus, Dunia Soroti Motif Myanmar

News
| Jum'at, 17 April 2026, 22:27 WIB

Advertisement

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

Wisata
| Jum'at, 17 April 2026, 18:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement