Gempa M5,5 Guncang Gayo Lues Aceh, BMKG Ungkap Penyebabnya
Gempa M5,5 mengguncang Gayo Lues, Aceh. BMKG memastikan gempa dipicu Sesar Oreng dan tidak berpotensi tsunami
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman, Sony Eka Santana.ist
Harianjogja.com, JOGJA — BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman menargetkan peningkatan cakupan kepesertaan secara signifikan pada 2026. Lembaga ini membidik angka partisipasi mencapai 37 persen, meningkat dari realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran 32,4 persen.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman, Sony Eka Santana, mengungkapkan hingga Maret 2026 jumlah peserta aktif tercatat sekitar 125.000 orang. Angka tersebut berasal dari berbagai sektor pekerjaan, baik formal, informal, maupun jasa konstruksi.
Ia merinci, dari total tersebut sekitar 96.000 peserta merupakan pekerja formal atau penerima upah. Sementara itu, sekitar 19.000 berasal dari sektor informal dan 10.000 lainnya dari sektor jasa konstruksi. Komposisi ini menunjukkan dominasi sektor formal, meski potensi peningkatan masih terbuka lebar.
Menurut Sony, target 37 persen bukan sekadar angka, melainkan bagian dari komitmen bersama antara BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memperluas perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja. Upaya ini penting untuk memastikan seluruh pekerja mendapatkan perlindungan dari risiko kerja, kecelakaan, hingga jaminan hari tua.
Ia menilai sektor formal masih menyimpan potensi besar untuk digenjot. Pasalnya, masih banyak pelaku usaha seperti hotel, restoran, kafe, hingga penginapan skala kecil yang belum sepenuhnya mendaftarkan pekerjanya dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Masih ada perusahaan yang belum optimal dalam mendaftarkan pekerjanya. Ini menjadi fokus kami bersama pemerintah daerah untuk terus didorong,” ujarnya.
Selain sektor formal, BPJS Ketenagakerjaan juga memperluas jangkauan ke sektor informal yang selama ini cenderung sulit dijangkau. Strategi yang dilakukan antara lain dengan menggali potensi data dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Kelompok sasaran mencakup pelaku koperasi, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), petani, relawan kebencanaan, hingga komunitas pariwisata yang tersebar di wilayah Sleman. Pendekatan berbasis komunitas dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran sekaligus memperluas kepesertaan.
Koordinasi lintas instansi pun terus diperkuat agar proses pendataan dan sosialisasi berjalan lebih optimal. Dengan sinergi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap tidak ada lagi pekerja yang luput dari perlindungan jaminan sosial.
Melalui berbagai strategi ini, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sleman optimistis target peningkatan kepesertaan pada 2026 dapat tercapai. Selain memperluas perlindungan, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus memperkuat sistem jaminan sosial di daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M5,5 mengguncang Gayo Lues, Aceh. BMKG memastikan gempa dipicu Sesar Oreng dan tidak berpotensi tsunami
Dua pabrik garmen di Jawa Tengah berpotensi melakukan PHK terhadap 1.470 pekerja. Pemerintah menyiapkan langkah mitigasi.
Bareskrim Polri menetapkan dua bos produsen gas tawa Whip-Pink sebagai tersangka pelanggaran UU Kesehatan terkait produksi gas N2O.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Jaksa Agung memutasi Dirdik Jampidsus dan delapan kajati. Rotasi jabatan dilakukan untuk promosi dan penyegaran organisasi.
Menjaga integritas bukan hanya soal menjalankan aturan, tetapi juga tentang bagaimana setiap insan imigrasi mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab