APBD DIY 2027 Disiapkan Rp4,93 Triliun, Fokus pada Tiga Hal Ini
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
KA Bandara YIA saat berada di Stasiun Bandara YIA di Kulonprogo./ ANTARA
Harianjogja.com, JOGJA—Moda transportasi berbasis rel menuju bandara kian diminati masyarakat. Layanan kereta bandara yang menghubungkan Yogyakarta International Airport dengan pusat Kota Jogja menjadi pilihan praktis bagi penumpang pesawat maupun wisatawan, terutama pada Sabtu (18/4/2026).
Keunggulan utama layanan ini terletak pada kepastian waktu tempuh. Dibandingkan perjalanan darat yang kerap terkendala kemacetan, kereta bandara menawarkan perjalanan yang lebih cepat, nyaman, dan terjadwal. Selain itu, aksesnya terintegrasi dengan stasiun penting seperti Stasiun Tugu Jogja dan Stasiun Wates, sehingga memudahkan mobilitas lanjutan bagi penumpang.
Jadwal Fleksibel Sepanjang Hari
Operator PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyediakan jadwal keberangkatan sejak pagi hingga malam hari. Untuk layanan reguler, kereta dari YIA menuju Stasiun Tugu Jogja tersedia mulai pukul 05.16 WIB hingga 20.55 WIB. Sementara dari arah sebaliknya, keberangkatan dimulai pukul 04.20 WIB hingga 19.16 WIB.
Frekuensi ini memberikan keleluasaan bagi penumpang untuk menyesuaikan perjalanan dengan jadwal penerbangan, baik keberangkatan pagi maupun kedatangan malam.
Layanan Xpress Lebih Cepat
Selain kereta reguler, tersedia pula layanan Xpress yang menawarkan perjalanan langsung tanpa pemberhentian. Dengan waktu tempuh lebih singkat, layanan ini cocok bagi penumpang yang mengejar waktu. Tarif yang dikenakan untuk layanan ini sebesar Rp50.000 per orang.
Jadwal KA Bandara Xpress juga tersebar merata sepanjang hari, baik dari arah kota menuju bandara maupun sebaliknya. Hal ini semakin memperkuat fleksibilitas layanan bagi pengguna.
Tambahan Jadwal Akhir Pekan
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat akhir pekan, KAI juga menambah jadwal khusus pukul 06.00 WIB yang beroperasi setiap Jumat hingga Minggu. Penambahan ini diharapkan mampu mengakomodasi peningkatan mobilitas, terutama pada musim liburan atau akhir pekan panjang.
Tak Hanya untuk Penumpang Pesawat
Menariknya, kereta bandara tidak hanya dimanfaatkan oleh penumpang pesawat. Warga di wilayah Kulon Progo juga menjadikannya sebagai sarana transportasi harian. Hal ini tidak lepas dari sistem integrasi antarmoda yang semakin baik serta kemudahan akses ke berbagai titik tujuan.
Dengan layanan yang terus dikembangkan, kereta bandara YIA kini menjadi tulang punggung konektivitas antara bandara, kawasan penyangga, dan pusat Kota Jogja.
Dorong Mobilitas dan Pariwisata
Keberadaan kereta bandara juga berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Akses yang cepat dan nyaman membuat wisatawan lebih mudah menjangkau berbagai destinasi di Jogja.
Ke depan, layanan ini diharapkan semakin optimal dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Dua pabrik garmen di Jawa Tengah berpotensi melakukan PHK terhadap 1.470 pekerja. Pemerintah menyiapkan langkah mitigasi.
Bareskrim Polri menetapkan dua bos produsen gas tawa Whip-Pink sebagai tersangka pelanggaran UU Kesehatan terkait produksi gas N2O.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Jaksa Agung memutasi Dirdik Jampidsus dan delapan kajati. Rotasi jabatan dilakukan untuk promosi dan penyegaran organisasi.
Menjaga integritas bukan hanya soal menjalankan aturan, tetapi juga tentang bagaimana setiap insan imigrasi mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab