Advertisement

KA Jogja Dibatalkan Imbas Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Ini Daftarnya

Stefani Yulindriani Ria S. R
Selasa, 28 April 2026 - 08:27 WIB
Sunartono
KA Jogja Dibatalkan Imbas Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Ini Daftarnya Sejumlah Perjalanan KA dari dan Menuju Daop 6 Yogyakarta Dibatalkan Imbas Evakuasi di Bekasi Timur

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah perjalanan kereta api (KA) dari dan menuju wilayah KAI Daop 6 Yogyakarta dibatalkan hingga Selasa (28/4/2026) pagi akibat proses evakuasi rangkaian kereta di Bekasi Timur. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keselamatan perjalanan serta meminimalkan dampak keterlambatan yang meluas.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan perjalanan tersebut. Ia menegaskan, upaya penanganan di lokasi kejadian terus dilakukan agar jalur dapat segera kembali normal.

Advertisement

“KAI Daop 6 Jogja menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Untuk menjamin keselamatan perjalanan KA dan para penumpang, kami melakukan rekayasa pola operasi termasuk pembatalan perjalanan KA karena kelambatan yang tinggi,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Feni menjelaskan, informasi pembatalan telah disampaikan kepada pelanggan melalui pesan singkat (SMS) dan WhatsApp. Penumpang yang terdampak berhak memperoleh pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan sesuai ketentuan yang berlaku.

Layanan pengembalian dana dapat dilakukan melalui loket stasiun yang melayani pembatalan, Contact Center KAI, maupun aplikasi Access by KAI. Batas waktu pengajuan refund ditetapkan maksimal tujuh hari sejak tanggal keberangkatan yang tertera pada tiket.

KAI Daop 6 Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk tetap mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan pelayanan kepada pelanggan. Koordinasi lintas pihak terus dilakukan guna mempercepat pemulihan operasional perjalanan kereta api di lintas terdampak.

“Kami akan terus memperbarui informasi terkait penanganan dan perjalanan KA di wilayah Daop 6. Masyarakat dapat mengakses informasi melalui Contact Center KAI121 maupun kanal media sosial resmi KAI,” katanya.

Adapun daftar perjalanan KA yang dibatalkan pada keberangkatan 27 April 2026 meliputi KA 76B Mataram relasi Pasarsenen–Solobalapan, KA 150 Singasari relasi Pasarsenen–Blitar, KA 64B Manahan relasi Gambir–Solobalapan, serta KA 258 Progo relasi Pasarsenen–Lempuyangan.

Sementara itu, untuk keberangkatan 28 April 2026, pembatalan mencakup KA 143B Madiun Jaya relasi Madiun–Pasarsenen, KA 75B Mataram relasi Solobalapan–Pasarsenen, KA 149 Singasari relasi Blitar–Pasarsenen, KA 61B Manahan relasi Solobalapan–Gambir, dan KA 257 Progo relasi Lempuyangan–Pasarsenen, seiring masih berlangsungnya proses evakuasi kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Berikut bagian daftar KA yang dibatalkan sudah dibuat dalam bentuk pointer:

Adapun daftar perjalanan KA yang dibatalkan pada keberangkatan 27 April 2026 meliputi:

KA 76B Mataram relasi Pasarsenen–Solobalapan
KA 150 Singasari relasi Pasarsenen–Blitar
KA 64B Manahan relasi Gambir–Solobalapan
KA 258 Progo relasi Pasarsenen–Lempuyangan

Sementara itu, untuk keberangkatan 28 April 2026, pembatalan mencakup:

KA 143B Madiun Jaya relasi Madiun–Pasarsenen
KA 75B Mataram relasi Solobalapan–Pasarsenen
KA 149 Singasari relasi Blitar–Pasarsenen
KA 61B Manahan relasi Solobalapan–Gambir
KA 257 Progo relasi Lempuyangan–Pasarsenen

Kronologi Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo

Kecelakaan KRL CommuterLine dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam memicu kepanikan penumpang, dengan sejumlah korban dilaporkan terjepit di dalam gerbong dan proses evakuasi masih berlangsung hingga larut malam.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 20.53 WIB saat rangkaian KRL yang melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang berhenti di jalur 1, sebelum akhirnya ditabrak dari belakang oleh kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah barat.

Salah satu penumpang selamat, Munir, mengungkapkan bahwa KRL yang ditumpanginya sempat berhenti karena adanya gangguan di jalur, yakni insiden kereta lain yang berlawanan arah menabrak sebuah mobil taksi di perlintasan dekat lokasi kejadian.

"CommuterLine yang berhenti lantaran CommuterLine yang berlawanan arah menabrak satu unit mobil taksi," katanya di lokasi, Senin petang.

Tidak lama setelah berhenti, situasi berubah drastis ketika kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek melaju dan menghantam bagian belakang KRL dengan keras. Benturan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada gerbong paling belakang.

"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai menembus gerbong paling belakang CommuterLine," ujarnya.

Dampak tabrakan tersebut sangat serius, terutama bagi penumpang yang berada di gerbong terakhir KRL. Munir menyebut banyak korban terjebak akibat struktur gerbong yang ringsek.

"Banyak itu ada korban di dalam terjebak, kalau saya pas kejadian langsung ke luar gerbong," kata dia.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah penumpang masih terjepit di dalam gerbong yang tertabrak, sementara beberapa lainnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat tekanan keras dari lokomotif yang masuk ke badan gerbong.

Petugas gabungan dari berbagai unsur, termasuk tim medis, kepolisian, TNI, dan relawan, terus berupaya mengevakuasi korban yang masih berada di dalam rangkaian kereta. Hingga saat ini, jumlah pasti korban masih dalam pendataan, sementara korban luka telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Update, Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah Jadi 7 Orang

Update, Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah Jadi 7 Orang

News
| Selasa, 28 April 2026, 09:37 WIB

Advertisement

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Mei 2026 Surga Liburan: Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Wisata
| Senin, 27 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement